Harga Emas Antam Naik Capai Rp 774.000 per Gram, Saatnya Beli

Harga emas Antam naik, apa yang sebaiknya dilakukan? Analis merekomendasikan beli emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang

Harga Emas Antam Naik Capai Rp 774.000 per Gram, Saatnya Beli
Tribun Jateng/Wahyu Sulistiyawan
Seorang petugas merapikan Logam Mulia (LM) di Butik Emas PT Antam, jalan Pemuda, Kota Semarang, Jateng 

TRIBUN-BALI.COM - Harga emas Antam naik, apa yang sebaiknya dilakukan?

Beli atau jual?

Analis merekomendasikan beli emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) untuk diinvestasikan dalam jangka pendek, di saat tren kenaikan harga.

Mengutip situs Logam Mulia, harga pecahan satu gram emas Antam, Senin (26/8) berada di Rp 774.000 sentuh rekor tertingginya sepanjang masa.

Harga Emas Melaju Kencang, Pembelian di Butik Naik Hingga 20 Transaksi

Perang dagang yang kembali berkobar setelah Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan akan menaikkan tarif impor barang dari Tiongkok senilai US$ 250 miliar menjadi sebesar 30% dari tarif 25% saat ini yang berlaku mulai 1 Oktober.

Aksi Trump tersebut dilakukan setelah China juga meluncurkan tarif barang AS senilai US$ 75 miliar.

Analis Monex Investindo Faisyal mengatakan, perang dagang AS dan China yang kembali memanas membuat pelaku pasar memburu emas sebagai aset safe haven.

Rupiah yang termasuk sebagai aset berisiko juga dijauhi pelaku pasar. Tak heran, bila harga emas Antam bergerak naik. Tercatat, mengutip Bloomberg di pasar spot, Senin (26/8), nilai tukar rupiah melemah 0,22% ke Rp 14.247 per dollar AS.

Faisyal memproyeksikan harga emas Antam dalam jangka pendek masih berpotensi naik, sehingga pelaku pasar baiknya tidak menjual emas Antam di waktu dekat ini.

"Masih banyak faktor yang membuat harga emas Antam naik lagi dalam jangka pendek," kata Faisyal, Senin (26/8). 

Beberapa faktor yang membuat harga emas Antam bisa bergerak naik adalah eskalasi perang dagang AS dan China, ketidakpastian persoalan Brexit, dan tren pelonggaran moneter.

Jadi, pelaku pasar masih bisa beli emas Antam. Namun, Faisyal juga mengatakan sentimen negatif yang bisa membuat harga emas Antam berbalik turun masih ada. Contohnya, datang dari kebijakan moneter Bank Sentral AS (The Fed) yang mayoritas tidak berjalan sesuai dengan keinginan pasar.

"Ekspektasi pasar, The Fed akan pangkas suku bunga di September dan akhir tahun ini, takutnya kebijakan tersebut tidak sesuai proyeksi pasar dan bisa membuat harga emas melemah, jadi beli untuk jangka pendek sambil melihat perkembangan global," kata Faisyal.

Dalam sepekan ini, Faisyal optimis harga emas Antam masih cenderung bergerak naik di rentang Rp 750.000 per gram hingga Rp 800.000 per gram. (*)

Artikel ini telah tayang di Kontan dengan Judul: Harga emas Antam catat rekor, saatnya beli atau jual?

Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved