Tak Ada Hujan, Petani di Nusa Penida 'Menangis' : Sudah 2 Bulan Kami Tidak Bercocok Tanam

Kondisi curah hujan yang minim, membuat petani di Desa Batumadeg, Nusa Penida tidak bisa menanam palawija.

Tak Ada Hujan, Petani di Nusa Penida 'Menangis' : Sudah 2 Bulan Kami Tidak Bercocok Tanam
Tribun Bali / Eka Mita Suputra
Kondisi pertanian jagung di Desa Batumadeg, Nusa Penida belum lama ini. Kekeringan yang terjadi dua bulan terkahir, membuat petani tidang bisa mulai bercocok tanam. 

TRIBUN-BALI.COM, KLUNGKUNG - Kemarau panjang membuat beberapa petani di Nusa Penida resah.

Kondisi curah hujan yang minim, membuat petani di Desa Batumadeg, Nusa Penida tidak bisa menanam palawija.

Kondisi ini membuat mereka hanya mengandalkan hidup dengan memelihara ternak.

Kelihan Subak Abian Moncong Berbunga Desa Batumadeg I Nyoman Suryawan menjelaskan, kondisi kekeringan yang terjadi 2 bulan terakhir.

Kondisi ini membuat petani setempat tidak bisa menanam palawija, yang selama ini menjadi komoditi di desa setempat.

"Sudah dua bulan ini, kami tidak bisa bercocok tanam. Seusai panen singkong, sudah tidak ada curah hujan lagi. Sehingga kami tidak dapat menanam palawija," ujar Kelihan Subak Abian Moncong Berbunga, Nyoman Suryawan, Selasa (27/8/2019).

Ia menjelaskan, sebenarnya petani setempat sudah siap dengan lahan garapan untuk menanam kacang, jagung, dan ketela pohon.

Namun tidak kunjungnya ada curah hujan, membuat harapan petani pupus.

Mereka sama sekali tidak bisa memulai musim tanam, dan harus beralih ke sektor lainnya.

"Karena tidak ada aktvitas tegalan, petani setempat lebih fokus untuk memelihara ternak sapi dan babi," ungkapnya.

Halaman
123
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved