Supported Content

Tingkatkan VCO Bali Luwih, STIKOM Bali dan Kemenristekdikti Dukung KWT Sekar Jepun Desa Tengkudak

Tingkatkan VCO Bali Luwih, STIKOM Bali dan Kemenristekdikti Dukung KWT Sekar Jepun Desa Tengkudak

Tingkatkan VCO Bali Luwih, STIKOM Bali dan Kemenristekdikti Dukung KWT Sekar Jepun Desa Tengkudak
DOK ISTIMEWA
Ibu-ibu anggota KWT Sekar Jepung Desa Tengkudak, Tabanan, pembuat VCO Bali Luwih. 

TRIBUN-BALI.COM-- Desa Tengkudak yang terletak di kaki gunung Batukaru, Kabupaten Tabanan tidak hanya terkenal sebagai lumbung penghasil beras merah di Kabupaten Tabanan, tetapi juga sebagai daerah produsen hasil perkebunan.

Salah satunya adalah kelapa. Hasil Kelapa yang melimpah tersebut dimanfaatkan oleh ibu-ibu di Desa Tengkudak melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Jepun yang beranggotakan 12 orang, untuk menghasilkan produk olahan berupa minyak kelapa murni atau Virgin Coconut Oil (VCO) Bali Luwih.

Menurut Ketua KWT Sekar Jepun Ni Nengah Suliani, kelompok ini merupakan perintis pembuat VCO di Kabupaten Tabanan dengan kualitas yang tidak bisa diragukan lagi. Disamping untuk memanfaatkan hasil bumi di desa Tengkudak juga bertujuan untuk meningkatkan taraf perekonomian masing-masing anggotanya. Manfaat dari produk minyak VCO Bali Luwih sangatlah besar dalam bidang kesehatan di antaranya untuk melancarkan saluran pencernaan, untuk meningkatkan fungsi kognitif otak, dan mencegah terjadinya infeksi bakteri maupun virus. Namun pada saat ini masih mengalami kendala di bidang pemasaran sehingga hanya bisa memasarkan dengan jangkauan terbatas dan produksi yang terbatas juga.

Adanya kendala dan potensi besar ini dimanfaatkan oleh tim dari Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali bekerja sama dengan Kemenristekdikti melalui Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan (DRPM) untuk memberi bantuan berupa alat-alat produksi (mesin pemarutan kelapa dan mesin pemerasan santan), bantuan media pemasaran berupa website, papan nama kelompok dan juga memberikan transfer ilmu ke ibu-ibu anggota KWT Sekar Jepun berupa pelatihan media pemasaran via media sosial, pelatihan manajemen keuangan, dan pelatihan sebagai admin website.

Dengan bantuan alat produksi tersebut nantinya, KWT Sekar Jepun mampu meningkatkan jumlah produksi minyak VCO yang secara tidak langsung meningkatkan pendapatan dari masing-masing anggota kelompok. Pelatihan media pemasaran via media sosial dan pelatihan website dilaksanakan guna meningkatkan jangkauan promosi produk minyak VCO Bali Luwih guna meningkatkan omzet penjualan dan pelatihan manajemen keuangan dilaksanakan untuk mengetahui cara menghitung pendapatan atau kerugian. Antusiasme peserta pelatihan dari anggota KWT Sekar Jepun sangatlah besar karena mereka sadar melalui pelatihan ini mereka akan memperoleh pengetahuan tambahan dalam meningkatkan taraf hidup anggota kelompok.

Ketua Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ITB STIKOM Bali IGN Satria Wijaya menerangkan, program ini merupakan hasil dari usaha tim PKM ITB STIKOM Bali melalui pengajuan proposal ke DRPM Ristekdikti dan akhirnya disetujui oleh pihak DRPM sehingga bantuan hibah pengabdian masyarakat ini dapat berjalan sesuai dengan tujuannya untuk meningkatkan usaha perekonomian masyarakat, khususnya anggota KWT Sekar Jepun, Desa Tengkudak dalam memproduksi minyak kelapa murni atau VCO Bali Luwih.

“Selama ini dengan cara manual mereka hanya menghasilkan 40 liter VCO per bulan. Nah dengan bantuan peralatan ini target kami mereka bisa menghasilkan 100 liter VCO per bulan,” kata Satria Wijaya di kampus ITB STIKOM Bali, Renon, Denpasar, Selasa, 27 Agustus 2019.. (rsn)

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved