Viral Pesan Berantai WhatsApp (WA) Cara Cegah Kedatangan Ular Mulai Gunakan Keset Ijuk Sampai Karbol

Banyak yang khawatir dan ingin mengetahui berbagai hal soal ular weling dan cara mencegah ular ini masuk ke rumah

Viral Pesan Berantai WhatsApp (WA) Cara Cegah Kedatangan Ular Mulai Gunakan Keset Ijuk Sampai Karbol
Beiqing Net
Ular dalam rendaman alkohol 

TRIBUN-BALI.COM – Peristiwa tewasnya seorang petugas satuan pengamanan di sebuah perumahan di Serpong, Tangerang, Banten, pada pekan lalu, karena digigit ular weling, mendapatkan perhatian masyarakat.

Banyak yang khawatir dan ingin mengetahui berbagai hal soal ular weling dan cara mencegah ular ini masuk ke rumah, hingga penanganan yang dilakukan jika terkena gigitan ular.

Sebuah pesan berantai juga beredar di grup-grup aplikasi percakapan Whatsapp pada akhir pekan lalu.

Begini bunyi pesan yang beredar:

Info utk waspada

Untuk wilayah Tangsel (Bintaro, Ciputat, Depok, BSD dan sekitarnya) lagi BANYAK ULAR.

Tips seputar cara pencegahan sbb :

1. SABU (Serum Anti Bisa Ular) terdekat komplek:

- Rs.Eka ,Serpong - Rs. Suyoto, Veteran - Rs. Fatmawati - Rs. Dr. Cipto M Dan Semua RSUD

2. Agar warga persiapkan keset IJUK pada pintu masuk utama juga samping.

Ada di Acehardware atau pasar Ciputat, pasar Jombang. Ular takut dengan IJUK bukan garam.

3. Taburkan KARBOL-OBAT PEL SEREH pada setiap LUBANG SALURAN AIR bagian dalam (kamar mandi, tempat cuci piring, dll) dan luar rumah (drainase) tersedia di pasar Modern.

4. Pasang TALI IJUK (ada di toko bangunan yang biasa dipakai sbg pengikat bambu dan anggrek) di sepanjang Tembok Pembatas dengan warga sebelah komplek.

5. Bila ketemu dengan ular lebih baik diam jangan bergerak sampai menjauhi kita lalu ambil ember, ditutup dan tekan dengan benda yang berat.

6. Bila *terkena gigitan berbisa, ikat segera bagian atas dr titik gigitan tsb sekencangnya/ Ikatan tidak boleh kencang, tapi cukup utk memperlambat aliran bisa dalam darah. Jika diikat kencang khawatir akan menimbulkan pembengkakan atau bahkan matinya aliran darah dan menimbulkan necrosis. Usahakan jangan panik... Sambil mencari RS terdekat. Dan bila memungkinkan, tempelkan isi dr batang pohon pisang muda (ares)

7. POTONG semua dahan pepohonan yang sudah melewati tembok pembatas dengan warga sebelah komplek dan yang MENEMPEL pada tembok rumah masing masing agar tidak sbg PENGHANTAR atau JALUR masuk ular.

8. BUANG atau SINGKIRKAN semua sisa barang apapun khususnya luar rumah agar tidak menjadi tempat pemberhentian ular.

9. Periksa kembali bawah TABUNG GAS 12 kg, karenq dari pengalaman pawang, bisa bersembunyi dibawanya ANGKAT dan periksa sebelum dibeli

10. Bila BISA' TERKENA MATA JANGAN DIKUCEK. Rendam Mata dalam air sambil DIKEDIP-KEDIPKAN berulang selama 1 jam*

11. TUTUP SEMUA LUBANG DRAINASE atau.SALURAN LAINNYA dengan kawat nyamuk dan atau ijuk Ular bertelur sebanyak 9-15 butir.

Setahun bisa sampai 3x bertelur.

Telurnya tidak akan menetas bila sudah tersentuh tangan Ular mencari makan pada sore-malam hari.

Semoga kita senantiasa didalam perlindunganNya.

Pesan berantai yang beredar di berbagai Whatsapp Group mengenai cara mencegah ular masuk rumah, dan lain-lain.(Grup Whatsapp)

Selain meneruskan pesan ini, ada pula yang bertanya-tanya, benarkah informasi yang disampaikan di dalamnya? Kompas.com mengonfirmasi sejumlah informasi pada pesan viral itu kepada Ketua Taman Belajar Ular Indonesia, Erwandi Supriadi.

Salah satu yang dikonfirmasi adalah, benarkah ular bisa dihalau memasuki rumah dengan meletakkan keset ijuk pada pintu masuk dan samping rumah?

Selain itu, soal imbauan memasang tali ijuk di sepanjang tembok pembatas rumah.

Erwandi, yang biasa disapa Elang, membenarkan bahwa salah satu upaya untuk mencegah ular masuk adalah dengan menggunakan keset ijuk atau tali ijuk.

“Kenapa ijuk? Ular itu tidak suka dengan benda yang tajam. Ular tidak suka, karena ijuk akan masuk ke dalam sisiknya,” ujar Elang saat dihubungi Kompas.com, Senin (26/8/2019). Ia menyebutkan, meski upaya ini tak sepenuhnya bisa menghindari masuknya ular, tetapi memasang tali ijuk pada pagar tembok bisa sebagai pencegahan.

“Keset Ijuk yang biasanya ada bacaan "Welcome". Itu kan kasar, jadi ketika ular melintas, pergerakan sisik bawah, bagian ijuk masuk ke sisiknya, dia enggak suka," tambah Elang.

Halaman
1234
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved