Bali United Day! Hadapi Borneo FC, Laga Malam Ini Ibarat Perang Saudara Kandung
Dua tim bersaudara, Bali United dan Borneo FC, kembali bentrok dalam lanjutan Liga 1 Indonesia.
Penulis: Komang Agus Ruspawan | Editor: Widyartha Suryawan
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Dua tim bersaudara, Bali United dan Borneo FC, kembali bentrok dalam lanjutan Liga 1 Indonesia.
Perang saudara pun akan tersaji di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Rabu (28/8/2019) malam ini.
Bali United dan Borneo FC sama-sama lahir dari rahim klub Persisam Putra Samarinda. Bali United bermarkas di Bali, dan Borneo FC tetap di Samarinda.
“Menghadapi Bali United seperti melawan saudara kandung sendiri karena asal muasal Bali United dari Samarinda. Karenanya laga ini punya gengsi tersendiri,” ujar Manajer Borneo FC, Dandri Dauri, dikutip Tribun Kaltim (Grup Tribun Bali).
Sejumlah pemain dari kedua tim pun memiliki ikatan emosi yang kuat. Di kubu Bali United, playmaker jempolan Fadil Sausu merupakan pemain yang dibawa dari Putra Samarinda.
Sementara di kubu lawan, ada striker Lerby Eliandry dan Sutan Samma, yang pernah memperkuat Putra Samarinda dan Bali United.
Perang saudara penuh gengsi ini pun dipastikan berlangsung dalam tengsi tinggi. Kedua tim dalam kondisi onfire.
Bali United menorehkan rekor sempurna 100 persen kemenangan di kandang.
Tidak hanya itu, Serdadu Tridatu juga selalu menang dalam delapan laga terakhirnya, baik di kandang maupun tandang.
Fadil Sausu dkk mengoleksi 37 angka dari 15 laga. Tim kebanggaan masyarakat Bali ini pun nangkring di posisi puncak klasemen sementara dan sudah memastikan jadi juara paruh musim.
Sementara Borneo FC menorehkan catatan belum terkalahkan dalam 11 laga terakhir Liga 1 2019.
Pesut Etam kini berada di posisi enam besar dengan poin 24 dari 14 laga. Lerby Eliandry baru menderita dua kekalahan, sama seperti Bali United dan PS Tira Persikabo.
Dukungan Penuh
Pelatih Bali United, Stefano Cugurra, dalam sesi pre match press conference di Stadion Dipta, kemain pagi, mengatakan bila skuad asuhannya sudah siap bertanding kendati jadwal pertandingan yang cukup padat.
Ia pun berharap dukungan penuh suporter seperti kala mengalahkan Arema FC, Sabtu (24/8/2019) lalu.
"Sama seperti sebelumnya di mana kami bermain tiga hari sekali dan kami memang lebih fokus pada recovery pemain. Kami sadar bila pertandingan besok (hari ini, red) melawan Borneo FC tidak akan mudah. Kami berharap dukungan penuh dari suporter agar kami bisa tampil semangat dan meraih hasil positif," ujar Coach Teco.
Mengenai kekuatan tim Borneo FC, pelatih asal Brasil ini menegaskan anak asuhannya wajib menjaga fokus dan konsentrasi ketika kehilangan bola.
Ia berharap apa yang ditampilkan Fadil Sausu dan kawan-kawan di laga sebelumnya bisa kembali diperlihatkan saat laga kontra Borneo FC.
"Tim Borneo FC bermaterikan pemain-pemain berkualitas. Kami wajib menjaga fokus dan konsentrasi ketika hilang bola. Seperti halnya di pertandingan sebelumnya, kami bisa bermain secara seimbang ketika bertahan dan menyerang. Itu juga yang harus kami lakukan lawan Borneo," kata Coach Teco.
Dalam laga ini, Coach Teco memberi perhatian khusus terhadap gelandang serang Borneo FC, Renan Da Silva.
Menurut Teco, mantan anak asuhnya di Persija Jakarta tersebut merupakan pemain asing yang cukup cepat beradaptasi dengan gaya main sepak bola di Indonesia.
"Ya, Renan adalah pemain yang musim lalu saya bawa ke Persija. Saya sudah kenal dia ketika tim saya melawan dia di Liga Thailand. Saya rasa dia pemain yang tampil sangat bagus saat di Persija karena dia mampu adaptasi dengan cepat. Kamj juga memenangkan banyak pertandingan musim lalu," katanya.
"Tapi tahun ini situasi kami berbeda. Renan ke Borneo FC dan saya di Bali United. Saya rasa proses adaptasi dia di Borneo FC juga bagus dengan beberapa gol yang sudah dicetak. Bagi saya dia merupakan gelandang serang yang memiliki akurasi umpan dan tendangan berkualitas dengan kaki kirinya," ujar Coach Teco.
Bali United masih turun tanpa tiga pemain yang dipanggil Timnas senior, Irfan Bachdim, Andhika Wijaya, dan Ricky Fajrin.
Namun kehilangan ketiganya tak terlalu berpengaruh pada tim.
Masih ada Dias Angga Putra dan Michael Orah jadi pengganti Andhika dan Ricky Fajrin, sementara di lini depan kuartet Paulo Sergio, Melvin Platje, Stefano Lilipaly, dan Ilija Spasojevic kembali siap meneror pertahanan Borneo.
Di lini tengah, duet Fadil Sausu dan Brwa Nouri juga tetap jadi pilihan utama.
Nouri dipastikan tetap bisa turun dalam laga krusial ini, setelah sempat dikabarkan terkena akumulasi kartu kuning.
Dengan demikian, Coach Teco bisa menurunkan komposisi pemain yang sama seperti melawan Arema FC. Dan ia dipastikan akan tetap mempertahankan the winning team.
Tekad Gomez
Sementara itu, Pelatih Borneo FC Mario Gomez mengakui superioritas Bali United.
Apalagi saat bermain di kandangnya dengan dukungan puluhan ribu penonton.
"Besok (malam ini, red), kami akan melawan tim yang cukup kuat dengan suporter luar biasa banyak," ujar Gomez pada sesi konferensi pers, kemarin.
Meski demikian, ia menargetkan poin penuh.
“Kami akan berjuang merebut tiga poin," ucapnya.
Menurut dia, Bali United merupakan tim kuat dan memiliki suporter fanatik.
Namun, teror suporter akan menjadi motivasi tambahan bagi tim berjuluk Pesut Etam.
Walau Bali United selalu menang di kandang, Borneo FC juga bertekad menjaga tren positif. Mereka akan memanfaatkan absennya sejumlah pemain Bali.
"Kami sedang dalam optimisme tinggi. Kami tahu beberapa pemain pilar Bali United tidak bisa tampil. Kami akan memanfaatkan situasi itu," ujar Gomez, yang bisa menurunkan seluruh pemain terbaiknya di laga ini, termasuk striker asing Bruno Conty dan bek naturalisasi Diego Michels. (bu/kps/ka7)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bali-united-vs-borneo-fc-liga-1-indonesia.jpg)