Guru Kontrak Mengajar Hingga 40 Jam, Tabanan Kekurangan Ribuan Guru Berstatus PNS

Ribuan guru kontrak yang mengajar di jenjang SD dan SMP terpaksa mengambil lebih dari Standar Pelayanan Minimal karena Tabanan kekurangan guru PNS

Guru Kontrak Mengajar Hingga 40 Jam, Tabanan Kekurangan Ribuan Guru Berstatus PNS
pixabay.com
Ilustrasi guru 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Ribuan guru kontrak yang mengajar di jenjang SD dan SMP terpaksa mengambil lebih dari Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Ini karena Tabanan kekurangan guru yang berstatus PNS.

Dari SPM yang ditentukan sebanyak 24 jam, guru kontrak bisa mengajar hingga 40 jam pelajaran.

Meski mengajar lebih dari SPM, guru kontrak ini hanya tetap menerima upah sesuai dengan kesepakatan awal.

Berdasarkan data yang berhasil diperoleh dari Dinas Pendidikan Tabanan, kebutuhan guru SD di Tabanan berstatus PNS sebanyak 3.153 guru. Jumlah SD negeri sebanyak 309 dengan 1.899 kelas.

"Jika dilihat dari kebutuhan guru PNS, masih kekurangan ribuan orang guru," ujar Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Tabanan, I Wayan Miarsana, Selasa (27/8/2019).

Jumlah guru ASN saat ini hanya sebanyak 1.639 guru. Sehingga ada kekurangan mencapai 1.514 guru yang lebih banyak pada guru kelas.

Namun guru pendidikan agama justru melebihi karena perekrutannya dari Kementerian Agama sehingga kerap difungsikan sebagai guru kelas.

Hal serupa juga terjadi untuk kebutuhan guru ASN di tingkat SMP. Dengan jumlah SMP negeri di Tabanan sebanyak 38 dengan jumlah rombel 606 kelas, idealnya kebutuhan guru SMP sebanyak 1.355 guru.

Namun yang ada hanya 998 guru sehingga ada kekurangan sebanyak 357 orang.

Halaman
123
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved