Polda Bali Gelar Program Menanam Padi Seluas 5 Ha & Bantu Tingkatkan Hasil Produksi Pertanian

Sosialisasi dengan tema "Petani Dipaksa Kaya", terkait aplikasi dan over produksi hasil pertanian serta penanaman langsung padi seluas 5 ha

Polda Bali Gelar Program Menanam Padi Seluas 5 Ha & Bantu Tingkatkan Hasil Produksi Pertanian
Polda Bali
Polda Bali Gelar Program Menanam Padi Seluas 5 Ha & Bantu Tingkatkan Hasil Produksi Pertanian 

Polda Bali Gelar Program Menanam Padi Seluas 5 Ha & Bantu Tingkatkan Hasil Produksi Pertanian

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Polda Bali melalui Ditreskrimsus Polda Bali Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho menggelar sosialisasi dengan tema "Petani Dipaksa Kaya", terkait aplikasi dan over produksi hasil pertanian serta penanaman langsung padi seluas 5 ha di Kabupaten Tabanan, pada Rabu (28/8/2019),

Dir Krimsus Polda Bali, Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho sekaligus pemateri menjelaskan, kegiatan ini bertujuan meningkatkan hasil produksi pertanian seperti padi di masyarakat.

Sistem penanaman padi dari kebiasaan hasil petani 5-6 ton per ha, ditingkat menjadi 10-12 ton per ha dengan pola penanaman jajar legowo 2:1 dengan tambahan pupuk green fertilizer, yang bisa menjaga kondisi tanah dan meningkatkan hasil produksi dua kali lipat.

"Dengan melaksanakan penanaman padi seluas 5 ha ini, output yang diharapkan bahwa petani tahu tentang cara bertani yang benar, hasil melimpah, kesejahteraan petani tercapai. Tentunya hal ini direspons sangat positif oleh Bupati Tabanan serta muspida dan elemen masyarakat lainnya," ujarnya saat dihubungi Tribun Bali.

Tindak lanjut penanaman ini akan dilaksanakan ke semua pertanian dan perkebunan di Kabupaten Tabanan, untuk peningkatan hasil produksi yang selaras dengan intruksi Presiden RI tentang swasembada pangan, SDM unggul dan Indonesia maju.

"Penanaman padi seluas 5 ha ini mudah-mudahan nanti bisa terlaksana semua. Output-nya intinya adalah untuk petani. Ketika petani kaya, otomatis SDM-nya unggul, maju dan sejahtera. Step yang pertama ini memberikan keilmuannya. Tanaman juga butuh empat sehat lima sempurna seperti manusia. Jadi kita memberikan ilmu untuk merawat padi mulai dari akarnya. Ini yang kita tularkan," imbuhnya.

(*)

Foto: ist (polda bali)

Area lampiran

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved