Ada 4 Titik Yang Disasar Polresta Denpasar Dalam Operasi Patuh Agung 2019, Termasuk Tempat Wisata

Ada titik-titik tertentu yang akan disasar jajaran Satlantas Polresta Denpasar bersama tim gabungan dari instansi terkait

Ada 4 Titik Yang Disasar Polresta Denpasar Dalam Operasi Patuh Agung 2019, Termasuk Tempat Wisata
Tribun Bali / Ahmad Firizqi Irwan
Operasi Patuh 2019 di Denpasar, Kamis (29/8/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ada titik-titik tertentu yang akan disasar jajaran Satlantas Polresta Denpasar bersama tim gabungan dari instansi terkait yakni TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP dan Jasa Raharja saat Operasi Patuh Agung 2019 yang mulai digelar hari ini, Kamis (29/8/2019).

Kepada Tribun Bali, Kasat Lantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistyo Utomo pun menjelaskan bahwa ada 4 lokasi sasaran yang akan dilakukan Operasi Patuh Agung 2019 yang digelar secara serempak.

Namun mantan Kasat lantas Polres Buleleng dan Kanit 3 Sat SJR Ditlantas Polda Bali ini enggan merincikan lokasi tersebut.

"Untuk titik operasi sebaiknya itu tidak dibahas, tapi kita sudah paparkan kepada Pak Kapolresta bahwa ada titik-titik untuk razia ini, ada 4 titik. Ini sudah kita tentukan dijalan tertentu baik itu di daerah wisata atau pun di pusat Kota," ujarnya Adi.

Terkait hal itu, AKP Adi Sulistyo Utomo mengungkapkan nantinya di lokasi tersebut akan menjadi prioritas utama, selanjutnya razia akan dilakukan di tempat lain.

"Jadi ada empat jalan yang kita jadikan prioritas tapi tidak terpaku pada empat jalan itu. Nanti kita, dinamikanya seperti apa nanti kita ikuti. Kalau nanti kita kasih tau jalan apa, ya targetnya atau sasaran operasi gimana. Nanti yang ada waktu operasinya saja yang tertib, razianya tidak," ungkapnya.

Sementara itu, terkait kepatuhan tata tertib lalu lintas di Bali khususnya bagi wisawatan asing yang ada di Denpasar dan sekitarnya, ia mengatakan akan memberi teguran ataupun peringatan kepada wisawatan asing yang berkendara di wilayah pantauannya.

Kebanyakan wisawatan asing dikatakan Adi, banyak melanggar karena tidak menggunakan helm saat berpergian.

"Sejauh ini karena tamu ya, kita banyak melaksanakan peneguran, minimal kita suruh ambil helm untuk mereka pakai. Ya rata-rata bule memakai kendaraan sudah dikasih tau helmnya dipakai, tapi gak dipakai kan gitu. Yang kami temui rata-rata seperti itu," terang AKP Adi Sulistyo Utomo, Kasat lantas Polresta Denpasar kepada Tribun Bali.

Namun dengan adanya aturan rambu-rambu di jalan, menurutnya wisawatan asing sejauh ini masih bisa taat dan paham berlalu lintas.

"Untuk rambu-rambu sejauh ini mereka taat, jadi lampu merah, kuning dan hijau rata-rata tahulah rambu-rambunya. Tapi untuk di tempat wisata, untuk mempersingkat waktu ya mereka tidak menggunakan helm," tambahnya.

"Ya kalau mereka bisa kasih tahu untuk pakai helm, ya kita suruh pakai helm. Apabila mereka gak bisa mengambil helm ya telepon temennya untuk mengambil helm. Karena mereka kan sifatnya tamu, tapi ya pasti kita tanya dulu sudah berapa lama dia berada di Indonesia. Namun untuk WNI apabila mereka salah ya diberikan tindakan tilang," tutupnya. (*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved