Ditreskrimsus Polda Bali Masih Dalami Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Expander di Gianyar

Penanganan terhadap dugaan kasus korupsi pengadaan kendaraan Xpander masih dalam pendalaman

Ditreskrimsus Polda Bali Masih Dalami Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Expander di Gianyar
Dok ist
Pelat merah-mobil Expander berpelat merah yang dibagi-bagikan untuk 63 perbekel/lurah di Lapangan Astina, Gianyar, April 2019 lalu. Ditreskrimsus Polda Bali Masih Dalami Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Expander di Gianyar 

Ditreskrimsus Polda Bali Masih Dalami Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Expander di Gianyar

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penanganan terhadap dugaan kasus korupsi pengadaan kendaraan Xpander Exceed A/T hitam dan roda dua untuk operasional pemerintahan desa dan BPD di Kabupaten Gianyar, hingga kini masih belum ada perkembangan signifikan.

Saat dijumpai Tribun Bali di Lapangan Mako Brimob Tohpati, Denpasar, Bali, Direktur Reskrimsus Polda Bali, Kombes Pol Yuliar Kus Nugroho mengatakan, masih melakukan pendalam terkait kasus dugaan korupsi pengadaan kendaraan Xpander.

"Kami masih melakukan pendalaman untuk melakukan suatu penyelidikan. Apalagi terkait dugaan korupsi seperti ini, secara umum SOP-nya penyelidikan tindakan pidana korupsi itu kan, harus pelan dulu. Ada pengecekan audit, kemudian saksi. Tidak segampang itu," ujarnya, Kamis (29/8/2019).

"Secara umum untuk menyelesaikan ini itu tidak ada target, yang penting cepat. Hanya saksi dan audit aja," imbuhnya.

Saat disinggung apakah ada kendala yang membuat kasus tersebut terkesan lama?

Ia mengatakan tidak ada kendala, dan hanya butuh proses dalam penanganan kasus tersebut.

"Sementara tidak ada kendala dan masih aman. Kami juga kan banyak kasus yang ditangani, tidak itu saja. Jadi ada tahapannya itu, ada penyelidikan dan pemeriksaan saksi. Untuk satu delik itu, ending-nya adalah dilanjutkan atau tidak. Ya masih dilanjutkan, tapi penyelidikan belum," ujarnya.

Diketahui, hingga saat ini Ditreskrimsus Polda Bali baru memeriksa tiga orang.

Padahal kasus ini telah dibidik Polda Bali sejak 12 Juni 2019 melalui surat pemanggilan via surat resmi No: B/951/VI/RES 3.3./2019/Ditreskrimsus.

Setelah surat itu dilayangkan,17 Juni 2019 tiga orang terpanggil diperiksa oleh Subdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Bali.

ketiganya, yakni Ketua Forum Komunikasi Perbekel/Lurah (FKPL) Kebupaten Gianyar, I Gusti Nyoman Gede Susila, Ketua II FKPL Gianyar, I Gede Purnadi Yoga yang merupakan Perbekel Pejeng Kangin, Kecamatan Tampaksiring, dan Sekretaris FKPL Gianyar, I Made Junarta yang merupakan Perbekel Bukian, Kecamatan Payangan.

(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved