Dwi Aprianto Dikenakan Dakwaan Alternatif, Kasus Percobaan Pemerkosaan dan Penganiayaan

Sopir ojek online, Dwi Aprianto (32) yang melakukan percobaan pemerkosaan dan menganiaya korban inisial KCM (21) menjalani sidang di PN Denpasar

Dwi Aprianto Dikenakan Dakwaan Alternatif, Kasus Percobaan Pemerkosaan dan Penganiayaan
Tribun Bali/I Putu Candra
Terdakwa Dwi Aprianto dikeler menuju ruang tahanan sementara setelah menjalani sidang di PN Denpasar, Rabu (28/8/2019). Dwi Aprianto Dikenakan Dakwaan Alternatif, Kasus Percobaan Pemerkosaan dan Penganiayaan 

Dwi Aprianto Dikenakan Dakwaan Alternatif, Kasus Percobaan Pemerkosaan dan Penganiayaan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sopir ojek online, Dwi Aprianto (32) yang melakukan percobaan pemerkosaan dan menganiaya korban inisial KCM (21) menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Rabu (28/8/2019).

Terdakwa menjalani sidang secara maraton yang digelar tertutup.

Sidang diawali dengan pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Berlanjut sidang pemeriksaan keterangan para saksi, di antaranya saksi korban KCM beserta orangtuanya.

Pantauan di luar sidang, saksi korban KCM yang masih mengalami trauma sempat urung masuk ke ruang sidang, lantaran takut bertatap wajah dengan terdakwa.

Majelis hakim yang diketuai Dewa Budi Watsara kemudian menyuruh terdakwa keluar dari ruang sidang untuk sementara, sampai saksi korban selesai memberikan keterangan.

Ditemui seusai memberikan keterangan, orangtua saksi korban, Putu Tokis berharap majelis hakim memberikan hukuman seberat-seberatnya.

Sebagaimana perbuatan terdakwa terhadap saksi korban.

"Sampai sekarang luka anak saya di luar memang kelihatan sehat tetapi di dalamnya tidak sehat (trauma). Tadi saja saya bingung, apakah anak saya bisa memberikan keterangan apalagi ketemu di sini (dengan terdakwa)," ujarnya.

Halaman
1234
Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved