Dwi Aprianto Dikenakan Dakwaan Alternatif, Kasus Percobaan Pemerkosaan dan Penganiayaan

Sopir ojek online, Dwi Aprianto (32) yang melakukan percobaan pemerkosaan dan menganiaya korban inisial KCM (21) menjalani sidang di PN Denpasar

Dwi Aprianto Dikenakan Dakwaan Alternatif, Kasus Percobaan Pemerkosaan dan Penganiayaan
Tribun Bali/I Putu Candra
Terdakwa Dwi Aprianto dikeler menuju ruang tahanan sementara setelah menjalani sidang di PN Denpasar, Rabu (28/8/2019). Dwi Aprianto Dikenakan Dakwaan Alternatif, Kasus Percobaan Pemerkosaan dan Penganiayaan 

Lebih sadis lagi, terdakwa juga menusuk korban dengan gunting pada lengan bagian kiri sebanyak enam kali, kepala bagian depan sebanyak empat kali, pada perut sebanyak satu kali, dan bahu bagian kiri sebanyak satu kali.

Meski korban sudah dalam keadaan bersimbah darah, terdakwa masih saja hendak memperkosa sembari mencekik leher korban.

"Korban pun berteriak minta tolong sehingga terdengar oleh saksi Endang Suresmi yang merupakan tetangga kos korban, namun karena seorang diri, saksi kemudian meminta tolong saksi Mansur yang berada di sebelah kosnya. Saat saksi Mansur berada di depan pintu kamar mandi, saksi mendengar suara korban yang berteriak meminta tolong," sebut jaksa Oka.

Setelah saling dorong pintu kamar mandi antara terdakwa dan saksi Mansur yang pada akhirnya saksi Mansur berhasil masuk, terdakwa kemudian meloncat keluar lalu melarikan diri.

Lalu korban kemudian dilarikan ke RSAD untuk mendapat perawatan medis, yang selanjutnya melaporkan kejadian ini ke Polsek Denpasar Timur. 

(*)

Penulis: Putu Candra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved