Hari Pertama Operasi Patuh Agung, Kapolres Bangli Bagi-bagi helm

Berlangsung selama dua pekan, operasi Patuh Agung 2019 menyasar delapan jenis pelanggaran lalu lintas

Hari Pertama Operasi Patuh Agung, Kapolres Bangli Bagi-bagi helm
Tribun Bali/Muhammad Fredey Mercury
Hari Pertama Operasi Patuh Agung, Kapolres Bangli Bagi-bagi helm 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Kepolisian Republik Indonesia kembali menggelar operasi Patuh Agung 2019. Berlangsung selama dua pekan, operasi Patuh Agung 2019 menyasar delapan jenis pelanggaran lalu lintas.

Pelaksanaan operasi Patuh Agung 2019 diawali dengan Apel Gelar Pasukan di Lapangan Mapolres Bangli, Kamis (29/8). Apel dipimpin langsung oleh Kapolres Bangli, AKBP Agus Tri Waluyo serta dihadiri Pejabat Utama Polres Bangli dan tamu undangan dari Kodim 1626 Bangli, Dinas Perhubungan, Satuan Pol PP serta dari dinas terkait lainnya.

Dalam apel saat itu, Kapolres menekankan bahwa tujuan dari Oprasi Patuh Agung 2019 yakni untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalulintas di jalan raya. Disamping itu juga, untuk meminimalisir pelanggaran dan kecelakaan lalulintas, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap polri dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib berlalu lintas.

“Sesuai dengan sandinya, oprasi ini lebih mengedepankan penindakan penegakan hukum yang terukur dan humanis, berupa tilang terhadap pelanggar lalulintas. Kegiatan premtif dan preventif tujuannya untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam berlalulintas,” ujar Kapolres.

Dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Agung 2019 kali ini, Kapolres juga memberukan helm kepada masyarakat umum yang menggunakan pakaian adat. Upaya ini mengisyaratkan walaupun menggunakan pakaian adat, penggungaan helm saat berkendara di jalan raya tetap merupakan kewajiban. “Keselamatan merupakan hal yang utama. Meski menggunakan pakaian adat Bali, ataupun menggunakan peci saat akan melaksanakan ibadah ke Masjid, tetap wajib menggunakan helm,” tegasnya.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Bangli, AKP I Nengah Sona mengungkapkan Operasi Patuh Agung dimulai sejak tanggal 29 Agustus hingga 11 September. Ada delapan jenis pelanggaran lalu lintas yang akan menjadi sasaran prioritas dalam opeasi ini. Diantaranya pengemudi dan penumpang sepeda motor yang tidak menggunakan helm SNI, pengemudi roda empat/lebih yang tidak menggunakan sabuk keselamatan, pengemudi yang melebihi batas kecepatan maksimal, pengemudi kendaraan bermotor yang melawan arus, pengemudi dibawah umur, pengemudi mabuk saat mengemudikan kendaraan bermotor, menggunakan HP saat mengemudikan kendaraan bermotor, dan kendaraan bermotor yang menggunakan lampu strobe/rotator/sirine.

“Operasi patuh akan digelar di sejumlah tempat yang telah menjadi target Satlantas Polres Bangli. Dalam pelaksanaan operasi patuh ini, jumlah personil yang dilibatkan sebanyak 50 orang anggota,” sebutnya. (mer)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved