Pemerhati Anak Harapkan Keringanan Hukuman Pelaku Pembunuhan di Angantaka Badung

Pelaku akan tetap mendapatkan pendampingan selama menjalani proses hukum di antaranya pendampingan psikologis, hukum, dan lainnya

Pemerhati Anak Harapkan Keringanan Hukuman Pelaku Pembunuhan di Angantaka Badung
Tribun Bali/I Komang Agus Aryanta
BARANG BUKTI - Kapolres Badung, AKBP Yudith Satriya Hananta, memperlihatkan barang bukti parang dan kedua pelaku pembunuhan di Mapolres Badung, Rabu (28/8/2019). Pemerhati Anak Harapkan Keringanan Hukuman Pelaku Pembunuhan di Angantaka Badung 

Pemerhati Anak Harapkan Keringanan Hukuman Pelaku Pembunuhan di Angantaka Badung

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kasus pembunuhan yang terjadi di Desa Angantaka, Abiansemal, Badung, Bali, sungguh mengejutkan dan juga sangat disayangkan.

Bagaimana tidak, kedua pelaku masih anak-anak dan berstatus pelajar.

Pemerhati anak sekaligus Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak P2TP2A Kota Denpasar, I Gusti Agung Sri Wetrawati, menyayangkan kejadian ini.

Sri Wetrawati mengatakan kejadian tersebut diakibatkan dari pengaruh pergaulan dan lingkungan yang tidak terkontrol.

"Sangat disayangkan sekali. Kalau melihat kejadiannya ini disebabkan karena pergaulan. Dan di lingkungan pun juga banyak terdapat kafe liar yang menjual minuman keras yang tidak terkontrol. Kenapa tidak ada kontrol dari masyarakat sebelum kejadian ini?" terangnya, Rabu (28/8/2019).

Selain itu, disebutkannya juga tidak adanya kontrol dari orangtua kepada anak sehingga menyebabkan Anak Berhadapan dengan Hukum (ABH).

Sri Wetrawati mengimbau para orangtua tetap menjaga komunikasi yang baik dan lebih dekat dengan anak-anak.

Selain Pusat Padu Anak Berbasis Masyarakat, Satgas Anak, dan Satpol PP, Sri Wetrawati juga mengharapkan masyarakat turut serta mengontrol lingkungan.

"Kontrol masyarakat itu sangat penting. Kalau sudah ada penyimpangan harus langsung melapor, minimal di tingkat desa. Masyarakatnya jangan cuek, jadinya hal seperti ini bisa terjadi," terangnya.

Halaman
123
Penulis: Noviana Windri
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved