Alasan Sesak Nafas, Bule Jerman Pilih Nge-Vape Ganja

Pria berumur 51 tahun yang tinggal di Jalan Padma Kuta, Badung, Bali ditangkap pada Selasa (13/8/2019) sekitar pukul 16.15 wita lantaran nge-vape ganj

Alasan Sesak Nafas, Bule Jerman Pilih Nge-Vape Ganja
pixabay.com
Ilustrasi vape. 

Alasan Sesak Nafas, Bule Jerman Pilih Nge-Vape Ganja

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Warga Negara Asing (WNA) asal Jerman, Davids Luding ditangkap tim dari Sat Resnarkoba Polresta Denpasar dan Satgas CTOC Polda Bali.

Pria berumur 51 tahun yang tinggal di Jalan Padma Kuta, Badung, Bali ditangkap pada Selasa (13/8/2019) sekitar pukul 16.15 wita lantaran nge-vape ganja.

Ia katakan warga asing ini menggunakan narkotika jenis marijuana dengan cara menghisap melalui rokok elektrik (vape).

"Jadi warga negara asing yang merokok menggunakan vape ini, cairannya ini mengandung marijuana. Liquidnya atau cairannya ini terbukti dari hasil lab dan ditangkapnya di Kuta," ujar Kapolresta Denpasar, Kombes Pol Ruddi Setiawan saat melaksanakan giat konferensi pers hari ini, Jumat (30/8/2019) siang di lapangan Polresta Denpasar.

UPDATE Bayi Tewas Dalam Ember, Ini Kejadian Awal Mahasiswi Pariwisata Mengaku Telah Melahirkan

Bali United Gagal Terbang ke Papua, Ini Total Kerugian yang Diderita Manajemen

Stres Dililit Utang, Ingin Bunuh Diri dan Diminta Cerai, Pengakuan AK Pembunuh Suami dan Anak Tiri

Apresiasi Kinerja Sekda, Bupati Anas Gelar Khusus Acara Purna Tugas

Bisa Usung Kader Sendiri, Golkar Bali Tetap Terbuka Koalisi di Pilkada Serentak 2020

Tersangka mengaku sudah 3 bulan mengkonsumsi cairan liquid melalui rokok elektrik (vape) dengan alasan sakit sesak nafas.

Namun saat penggeledahan, tim menemukan 1 botol berisi cairan ganja dengan berat bersih 37,89 gram dan di botol vape pada ujungnya terdapat cairan ganja dengan berat bersih 0,21 gram.

"Ini dia bawa dari Jerman. Sudah sebulan berada di Bali. Dia ketangkap di rumah tempat tinggal istrinya. Istrinya WNI. Dia biasa bulak balik ke Jerman Bali karena istrinya kan di sini. Dia sebagai wiraswasta," tambah Kasat Resnarkoba Polresta Denpasar AKP Mikael Hutabarat.

Selain itu, dari kasus ini Polresta Denpasar mengenakan pasal 111 ayat 1 Undang-Undang Republik Indonesia 35 Tahun 2009.

Tentang narkotika dengan ancaman hukuman penjara minimal 4 tahun dan 12 tahun paling lama serta denda sedikitnya Rp 800 juta hingga Rp 8 miliar. (*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved