Berita Banyuwangi

Anas Minta Optimalisasi Smartk Kampung pada Calon Kepala Desa

Pemkab Banyuwangi dalam waktu dekat akan menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak pada Oktober 2019 mendatang.

Anas Minta Optimalisasi Smartk Kampung pada Calon Kepala Desa
SURYA/HAORRAHMAN
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pun memberikan pengarahan kepada para bakal calon kepala desa untuk mengoptimalkan program Smart Kampung guna mengakselerasi pembangunan desa. 

Anas Minta Optimalisasi Smartk Kampung pada Calon Kepala Desa

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi dalam waktu dekat akan menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak pada Oktober 2019 mendatang.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pun memberikan pengarahan kepada para bakal calon kepala desa untuk mengoptimalkan program Smart Kampung guna mengakselerasi pembangunan desa.

Bupati Anas mengatakan untuk menjadi seorang kepala desa harus memiliki niat yang tulus untuk membangun desa dan kemampuan dalam mengelola berbagai permasalahan di desa.

Satu di antaranya kepala desa harus bisa memberikan pelayanan yang cepat dan mudah bagi warganya.

"Hal tersebut bisa dilakukan dengan mengoptimalkan program Smart Kampung. Program ini memberikan keleluasaan dan kemudahan bagi desa dalam memberikan pelayanan bagi warga karena mencakup berbagai aspek," kata Anas saat membuka ujian tes bakal calon kepala desa 2019.

Smart Kampung adalah program pengembangan desa yang digagas Banyuwangi untuk mendekatkan pelayanan publik ke level desa.

Setiap desa memiliki program terintegrasi yang memadukan antara penggunaan teknologi, kegiatan ekonomi produktif, peningkatan pendidikan-kesehatan, dan upaya pengentasan kemiskinan.

"Smart Kampung ini memberi ruang kepada kades untuk terus berinovasi. Kami telah menyediakan infrastruktur fiber optik untuk mempercepat pelayanan di desa. Silakan dimanfaatkan untuk kepentingan desa," kata Bupati Anas.

Selain kemampuan untuk menciptakan inovasi, Anas juga mendorong kepala desa untuk bisa menentukan skala prioritas pembangunan desanya.

"Kepala desa harus punya skala prioritas. Misalnya dalam membangun infrastruktur jalan, kades harus tahu mana jalan yang harus didahulukan dibangun yang manfaatnya besar," kata Anas.

“Karena seorang pemimpin harus berani mengambil keputusan mana yang akan diprioritaskan. Keputusan memang tak harus selalu bisa menyenangkan banyak orang tetapi selama bisa bermanfaat besar bagi desa harus tetap diperjuangkan,” imbuhnya.
Selanjutnya, Anas berharap para kepala desa yang terpilih nantinya bisa melakukan kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak dalam membangun desanya. Misalnya berkolaborasi dengan pihak sekolah untuk menuntaskan problem pendidikan seperti anak putus sekolah. Juga dengan puskesmas untuk menuntaskan masalah kesehatan.

"Intinya kepala desa harus bisa memanfaatkan potensi dan jaringan yang ada. Baik dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat dengan pihak swasta, agar semua program maupun masalah yang ditemui di desa bisa diselesaikan dengan baik," pungkas Anas.

Sekedar diketahui, bakal calon kades yang mendaftar mengikuti pilkades di Banyuwangi ada 621 orang dari 130 desa di 24 kecamatan. (Haorrahman)

Editor: Rizki Laelani
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved