Bangli Raih Predikat Terburuk dalam Survei Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Kantor Kemenag se-Bali

Berbagai upaya pembenahan dalam kepatuhan standar pelayanan publik tampaknya harus segera dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama

Bangli Raih Predikat Terburuk dalam Survei Kepatuhan Standar Pelayanan Publik Kantor Kemenag se-Bali
Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana
Foto: Tribun Bali/I Wayan Sui Suadnyana Kepala ORI Bali Umar Ibnu Alkhatab menyerahkan hasil penilaian survei kepatuhan standar pelayanan publik kepada Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bangli Made Subawa di kantor ORI Bali, Jum'at (30/8/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berbagai upaya pembenahan dalam kepatuhan standar pelayanan publik tampaknya harus segera dilakukan oleh Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangli.

Pasalnya, dalam survei kepatuhan standar pelayanan publik yang dilakukan oleh Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Provinsi Bali, Kantor Kemenag Kabupaten Bangli menjadi yang terburuk dibandingkan yang lainnya.

Dari hasil survei yang dilakukan ORI Bali dari Juli hingga Agustus 2019 itu, Kantor Kemenag Kabupaten Bangli hanya berhasil memperoleh nilai 31,5 atau masih berada di zona merah.

Beberapa kantor kemenag lain yang masih di zona merah diantaranya, Buleleng dengan nilai 47,5, Badung yang mendapat nilai 52 dan Tabanan di angka 54.

Sementara, kantor Kemenag yang berada di zona kuning diantaranya Jembrana (64), Gianyar (67), Kantor Perwakilan Bali (76), Karangsem (80) dan Klungkung (85).

Kemenag Kota Denpasar menjadi satu-satu yang berada di zona hijau dan menjadi yang terbaik dibandingkan yang lainnya dengan perolehan nilai sebesar 94.

Survei kepatuhan standar pelayanan publik ini hasilnya diserahkan oleh Kepala ORI Bali Umar Ibnu Alkhatab di kantornya, Jum'at (30/8/2019).

Terdapat tiga hal yang dinilai dalam standar pelayanan publik di kantor Kemenag kabupaten dan kota, diantaranya layanan pendaftaran haji, layanan tunjangan profesi guru dan layanan pendirian pasraman Hindu formal dan informal.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bangli Made Subawa saat ditemui usai acara berlangsung mengakui hasil evaluasi yang dilakukan oleh ORI Bali.

"Sepeti apa yang disampaikan ombudsman memang seperti itulah fakta yang terjadi di kantor kami," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved