Sponsored Content

Semakin Praktis dengan Autodebet, Tidak Perlu Takut Lagi Lupa Bayar Iuran JKN-KIS

Dengan autodebet ini peserta tinggal meneyetorkan rekeningnya saat melakukan pendaftaran ataupun yang sudah menjadi peserta

Semakin Praktis dengan Autodebet, Tidak Perlu Takut Lagi Lupa Bayar Iuran JKN-KIS
istimewa
Ida Ayu Arisanti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Begitu banyaknya kewajiban yang dijalankan oleh insan manusia memang membutuhkan banyak ruang pengingat agar semua kewajiban tersebut dapat terjamah dan tuntas sesuai dengan harapan.

Terlebih lagi apabila kewajiban tersebut memiliki dampak penting jika tidak dilakukan.

Seperti apa yang diceritakan oleh Ida Ayu Arisanti (27). Ibu muda ini mengatakan bahwa saking banyaknya kewajiban yang harus dia ingat tentunya membuat ada saja yang dia lupakan.

Seperti misalnya ia menceritakan tentang rutinitas bulannya untuk membayar iuran Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS).

“Kebetulan untuk urusan bayar iuran JKN-KIS adalah tugas saya, kami sekeluarga terdaftar di kelas 3 dengan iuran perorang perbulan Rp 25.500 Saya memang targetkan sesuai dengan himbauan BPJS Kesehatan untuk membayar iuran sebelum tanggal 10 setiap bulannya. Tapi namanya manusia pasti pernah lupa, padahal saya sampai buat alarm. Tapi saya tidak mau menunggak karena takut kartu ini nonaktif, kami sangat membutuhkan kartu ini untuk selalu aktif, “ ungkap Gek Santi (26/08/2019)

Namun apa yang ia takutkan tersebut kini telah mendapatkan solusi, semenjak BPJS Kesehatan menerapkan sistem pembayaran iuran dengan autodebet, peserta tidak perlu lagi takut lupa membayar iuran.

Dengan autodebet ini peserta tinggal meneyetorkan rekeningnya saat melakukan pendaftaran ataupun yang sudah menjadi peserta tapi belum autodebet, dapat melakukan pengurusan ke BPJS Kesehatan.

Dengan mengurus autodebet ini, maka peserta akan dipotong otomatis pada rekeningnya setiap bulan sesuai dengan besaran iuran yang dipilih.

“Semenjak ada sistem autodebet ini saya menjadi lebih lega karena ini mengurangi beban saya untuk mengingat salah satu kewajiban. Jadinya saya bisa mengalihkan fokus ke kewajiban lain, sungguh praktis, sistem ini menjawab masalah ibu-ibu rumah tangga seperti saya, apalagi jaman sekarang memang kami inginnya yang simpel-simpel saja. Kini saya hanya tinggal mengecek saldo rekening tiap bulan untuk memastikan bahwa sudah didebet oleh bank dan kartu kami sekeluarga tetap dalam keadaan aktif, ” cerita Gek Santi.

Apa yang disampaikan oleh Gek Santi adalah bentuk perhatiannya dan dukungannya kepada program JKN-KIS sebagai seorang peserta.

Ia tentunya memiliki banyak harapan dengan keberlangsungan program ini. ia begitu paham dengan manfaat yang ia dapat.

Memang hingga saat ini, dirinya pribadi belum pernah menggunakan JKN-KIS ini untuk berobat, hanya mertuanya yang sudah pernah menggunakan, ia berpandangan bahwa sakit tidak dapat ditebak kapan datangnya dan terkandung risiko biaya di dalamnya yang mengikuti.

Oleh sebab itu dengan hanya membayar iuran murah sekeluarga menurutnya merupakan perkara yang tidak sulit.

“Semua memang ada timbal baliknya, saya sebagai peserta tentunya mendukung apa saja prosedur program ini. saya sangat merasakan bahwa program ini memperhatikan kebutuhan kami seperti halnya sistem autodebet ini. Maka sudah seharusnya kita juga mendukung program ini agar dapat terus berjalan sesuai dengan harapan dengan menjadi peserta JKN-KIS yang patuh terhadap apa saja prosedurnya, “ tutup Gek Santi. (*)

Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved