Serentak Operasi Patuh Agung 2019 di Bali, Pemilik SIM Sementara Tidak Perlu Khawatir

Kasat Lantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistyo Utomo mengatakan kepada Tribun Bali terkait pemilik SIM Sementara saat ditemui di Polresta Denpasar.

Serentak Operasi Patuh Agung 2019 di Bali, Pemilik SIM Sementara Tidak Perlu Khawatir
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
(Ilustrasi) Satlantas Polres Klungkung melaksanakan sosialisasi operasi Patuh Agung, kepada setiap pengendara di Kota Semarapura, Klungkung, Senin (26/8/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Terkait kepemilikan SIM sementara, Kasat Lantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistyo Utomo mengatakan masyarakat tak perlu mengkhawatirkannya saat terjaring gelar razia operasi Patuh Agung 2019. 

"Ya kalau saat operasi ya silahkan tunjukkan kalau ini saya ada SIM sementara," ujarnya, Jumat (30/8/2019).

Bahkan ditanya mengenai SIM sementara, perwira dengan tiga balok emas di pundak ini mengatakan hal itu sudah menjadi konsekuensi karena SIM asli masih belum jadi.

"Itu karena sudah ada petunjuk dari Korlantas saya rasa itu tidak apa-apa, karena memang itu salah satu konsekuensi kita kenapa penyediaannya terlambat atau kita tidak memberikan SIM yang asli. Jadi untuk operasi ini kita masih berikan dispensasi atau kita maklumin," jelasnya.

Mantan Kasatlantas Polres Buleleng tersebut menambahkan soal pembuatan SIM yang terlambat, lebih disebabkan adanya persoalan teknis mengenai pengadaan dan sistem baru.

"Itu terkendala karena adanya pengadaan baru dari pusat atau dari Korlantas jadi ada warna baru yaitu merah dan putih. Sambil menunggu SIM itu, kemudian juga ada sistem baru," katanya.

"Jadi ada sistem baru yang harus disesuaikan dan agak memperpanjang waktu. Karena itu materialnya jadi panjang (lama dioperasikan)," terang AKP Adi Sulistyo Utomo kepada Tribun Bali.

Ia pun menambahkan, soal operasi Patuh Agung 2019 yang baru digelar sejak Kamis (29/8/2019) kemarin, pihaknya menegaskan tak ada patokan target dalam pelaksanaan yang berjalan selama 14 hari mendatang.

Operasi yang mulai digelar pada Kamis 29 Agustus 2019 akan berakhir pada Rabu 11 September 2019 mendatang.

"Untuk target selama 14 hari, kita targetkan untuk kegiatan melebihi sebelumnya. Tapi kita tidak patokan, targetnya kita ya tertib saja bukan target angka," tambahnya.

(*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved