Tidak Miliki Izin, Dua Cafe di Kuta Selatan Ini Disegel dan Ditutup Operasionalnya

Kasus pembunuhan yang dilakukan oleh dua orang ABG asal Abiansemal, Badung yang membuat korban I Kadek Roy Adinata tewas di TKP.

Tidak Miliki Izin, Dua Cafe di Kuta Selatan Ini Disegel dan Ditutup Operasionalnya
TRIBUN BALI/I KOMANG AGUS ARYANTA
(Ilustrasi) Satpol PP Kabupaten Badung saat melakukan penutupan Kafe atau warung Madu di Desa Angantaka, Abiansemal, Senin (28/8/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Kasus pembunuhan yang dilakukan oleh dua orang ABG asal Abiansemal, Badung yang membuat korban I Kadek Roy Adinata tewas di TKP.

 
Dimana sebelum kejadian mereka bertiga minum-minum di sebuah cafe dan bersinggungan karena dipengaruhi alkohol terjadilah kekerasan yang mengakibatkan Roy Adinata tewas.

 
Meminimalisir kejadian serupa terulang lagi, pihak Pemkab Badung khususnya Satpol PP melakukan sidak izin pada cafe-cafe di wilayah Badung.

Dan dua cafe di kecamatan Kuta Selatan disasar Satpol PP Badung yakni Karaoke Wirama yang terletak di Jl. By Pass Ngurah Rai Benoa dan Jazz Manu Karaoke di Jl. dukuh Sari Lingkungan Menesa Kampial.

Sidak ke dua cafe tersebut dilakukan Satpol PP Badung, bersama dengan Camat Kutsel, Lurah Benoa dan Kepolisian, Kamis (29/8/2019).

 
Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP Badung, Made Astawa menjelaskan dari dua cafe yang disidak itu keduanya bermasalah.

 
Dan menindaklanjuti temuan kedua cafe tidak memiliki izin, pihaknya melakukan  penyegelan serta penutupan usaha kafe tersebut.

“Hal ini merupakan tindaklanjut dari perintah Bupati Badung, demi mengantisipasi kasus kekerasan yang terjadi belum lama ini di Badung,” ungkapnya.

 
Selain melakukan penempelan stiker pada tempat usaha Jazz Manu Karaoke, pemilik usaha juga diberikan surat teguran dan pembinaan. 

 
“Per hari ini kedua usaha itu tutup dan kita sudah informasikan kepada pemiliknya. Pada prinsipnya pemilik mengikuti aturan yang diperintahkan Bupati namun mereka mengharapkan diberikan solusi terkait usaha apa yang bisa dibuka selain cafe," jelas Astawa.

 
Sementara untuk kafe wirama, pemilik usaha mengaku sudah memiliki izin resmi beroperasi.

 
Namun sayangnya saat dicek yang bersangkutan belum bisa menunjukan perizinannya, sehingga penutupan tetap dilakukan dan pemilik usaha selanjutnyabdiminta untuk membawa perizinannya ke Satpol PP.

Jika usaha tersebut nantinya benar mengantongi izin, maka itu akan disikapi lebih lanjut oleh Kasatpol PP dengan merujuk seperti apa bentuk perizinannya.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved