Potensi Cruise di Bali Menjanjikan, Dishub Bali Harap Pelabuhan Tanah Ampo Dikelola Profesional

Pengembangan sistem transportasi harus terintegrasi dan terkoneksi dengan baik, baik transportasi darat, laut, dan udara.

Potensi Cruise di Bali Menjanjikan, Dishub Bali Harap Pelabuhan Tanah Ampo Dikelola Profesional
Tribun Bali/Saiful Rohim
Ilustrasi - (Dok. Tribun Bali)Suasana penyeberangan di Pelabuhan Padang Bai 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Bali, I Gede Samsi Gunartha mengatakan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang dibagi dalam 5 bidang, harus didukung dengan kebijakan pembangunan transportasi Bali kedepan.

Dalam pengembangan sistem transportasi harus terintegrasi dan terkoneksi dengan baik, baik transportasi darat, laut dan udara.

Khusus untuk transportasi laut, kata Samsi, saat ini ada pelabuhan yang hampir selesai seperti Pelabuhan Tanah Ampo, ada juga yang sedang dikerjakan untuk mendorong konektivitas, ada yang harus direhab dan ada yang harus dikelola dengan pihak lain.

“Tanah Ampo ini merupakan modal yang separuh jadi, belum sepenuhnya jadi tetapi masih perlu dikembangkan,” kata Samsi saat ditemui di Dinas Perhubungan Provinsi Bali, Jumat (30/8/2019).

Sebelumnya sudah ada kesepakatan antara Pemerintah Pusat yang diwakili Dirjen Perhubungan Laut Kemenhub, Pemerintah Provinsi Bali dan Pemerintah Kabupaten Karangasem untuk mengelola secara bersama-sama pelabuhan itu, kemudian disiapkan transisi pengelolaan menuju kerjasama pemanfaatan.

Pembangunan Dermaga Tanah Ampo Dilanjutkan, Koster Berharap Mampu Tingkatkan Ekonomi Karangasem

Menurut Samsi, Pelabuhan Tanah Ampo harus dikelola secara profesional.

Terlebih lagi, tahun ini Pelabuhan Tanah Ampo mendapat bantuan terakhir dari APBN, setelah itu secara bertahap akan disiapkan menjadi kerjasama pengelolaan. 

Pelabuhan Tanah Ampo dipersiapkan khusus untuk kapal cruise.

Disisi lain Pemprov Bali juga sedang menyiapkan dua pelabuhan lainnya sebagai alternatif memperlancar konektivitas lalu lintas di Bali Utara dan Timur yakni Pelabuhan Sangsit Buleleng dan Pelabuhan Amed Karangasem.

Saat ditanya berapa anggaran yang diperlukan sampai Pelabuhan Tanah Ampo rampung, Samsi menyatakan belum ada proposal yang fix untuk menghitungnya.

“Jadi saya tidak bisa mengatakan berapa sebetulnya tapi ini  sedang dihitung dan dibuatkan master plan dan feasibility study seperti apa itu akan dikembangkan. Tapi kita akan melibatkan investasi dari pihak swasta,” jelasnya

Sambungnya, Cruise untuk pasar internasional potensinya di Bali cukup besar.

Sehingga dengan adanya pelabuhan itu tinggal menariknya saja ke Bali, disamping itu standar harga untuk pendaratan Cruise juga tinggi. 

“Itu yang harus kita lakukan baik standar sandar maupun akomodasi penumpangnya di darat. Mereka mempersyaratkan pelayanan transportasi yang tinggi. Pasar Cruise besar sekali , dan kita belum  cukup banyak bermain di situ,” terangnya. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved