Satlantas Polresta Denpasar Sita 18 Kendaraan hingga Hari Ketiga Operasi Patuh Agung 2019

Selama 3 hari Operasi Patuh Agung 2019, Satlantas Polresta Denpasar telah menyita 18 kendaraan, 281 STNK, dan 106 SIM.

Satlantas Polresta Denpasar Sita 18 Kendaraan hingga Hari Ketiga Operasi Patuh Agung 2019
Istimewa/Satlantas Polresta Denpasar
Operasi Patuh Agung 2019 yang berlangsung di Jalan By Pass Ngurah Rai, Sanur, Denpasar Selatan, Sabtu (31/8/2019). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Ahmad Firizqi Irwan

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selama 3 hari melaksanakan Operasi Patuh Agung 2019, Satlantas Polresta Denpasar bersama tim gabungan instansi pemerintah menyita kendaraan, SIM dan STNK milik pengendara yang melanggar.

Operasi Patuh Agung 2019 yang berlangsung pada hari Kamis 29 Agustus 2019 sampai hari Sabtu 31 Agustus 2019, mencatat ada 515 pelanggar lalu lintas, 405 pengendara tilang, dan 110 pengendara teguran.

Kasat Lantas Polresta Denpasar, AKP Adi Sulistyo Utomo ditemui Tribun Bali, Sabtu (31/8/2019) mengatakan selama 3 hari ini jajarannya menyita 18 kendaraan, 281 STNK, dan 106 SIM.

"Pelanggar yang kendaraannya disita boleh diambil kembali jika sudah mengikuti sidang di Pengadilan Negeri Denpasar atau sudah membayar denda melalui bank," ujarnya.

Saat Operasi Patuh Agung yang berlangsung selama 3 hari ini dikatakan AKP Adi Sulistyo Utomo, pelanggaran ini didominasi oleh kendaraan roda dua.

Hal itu karena banyaknya masyarakat yang berkendara tidak menggunakan helm yang berstandar SNI dengan jumlah total sebanyak 182 perkara.

Hari Ketiga Operasi Patuh Agung 2019, Satlantas Polresta Denpasar Catat 232 Pelanggaran

Bahkan Adi katakan banyaknya pelanggar yang terjaring merupakan karyawan swasta sebanyak 257 orang dan pelajaran serta mahasiswa sebanyak 140 orang.

Selanjutnya ada juga pengemudi sepeda motor sebanyak 15 orang dan 8 orang pengemudi mobil, total sebanyak 23 orang.

"Operasi Patuh Agung yang digelar pada tanggal 29 Agustus sampai dengan 11 September 2019 ini untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan masyarakat berlalu lintas sesuai amanat UU Nomor 22 tahun 2009," jelasnya.

"Hal ini ditunjukkan untuk mewujudkam masyarakat Bali yang tertib berlalu lintas dan menjadikan Bali sebagai model tertib berlalu lintas," lanjut Kasatlantas Polresta Denpasar, AKP Adi Sulistyo Utomo.

Sementara itu, Operasi Patuh Agung 2019 yang berlangsung selama dua minggu kedepan menyasar masyarakat yang tidak menggunakan helm SNI, pengendara dengan pengaruh alkohol, lampu rotator, pengendara di bawah umur, sabuk keselamatan, penggunaan HP saat berkendara, melawan arus, dan melebihi batas kecepatan maksimal.

AKP Adi Sulistyo Utomo mengimbau, masyarakat yang berkendara diharapkan untuk selalu melengkapi surat-suratnya dan juga mematuhi tata tertib berlalu lintas.

"Kepada masyarakat, saya menghimbau untuk selalu melengkapi surat-surat berkendaranya, seperti SIM dan STNK. Selain itu agar mematuhi rambu-rambu dan menjaga ketertiban dalam berkendara," tambahnya.

"Gunakan helm SNI karena penyebab kematian dalam berkendara adalah cidera kepala. Operasi ini juga untuk mendukung comander wish yang ke 9, yakni Bali sebagai model tertib berlalu lintas," tutupnya. (*)

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved