11 Komunitas Perpus Mandiri Bali Pesta Buku Respon Pencekalan Buku di Makassar

Sejumlah sebelas komunitas literasi dan seni di Bali menggelar kegiatan literasi bertajuk 'Dilarang Melarang' di Taman Baca Kesiman, Denpasar

11 Komunitas Perpus Mandiri Bali Pesta Buku Respon Pencekalan Buku di Makassar
Tribun Bali/Eurazmy
Para pegiat literasi mandiri menggelar lapak baca buku gratis di kegiatan bertajuk Dilarang Melarang di Taman Baca Kesiman Denpasar, Sabtu (31/8/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sejumlah sebelas komunitas literasi dan seni di Bali menggelar kegiatan literasi bertajuk 'Dilarang Melarang' di Taman Baca Kesiman, Denpasar Selatan, Sabtu (31/8/2019).

Dalam kegiatan ini, berbagai aktivitas dihadirkan mulai dari menggelar lapak baca gratis, diskusi resensi buku, workshop zine, cukil hingga performing art mulai dari puisi dan musik.

Perwakilan penyelenggara acara, Juli Sastrawan mengatakan kegiatan ini sebagai bentuk respon dan solidaritas atas tindakan merazia buku yang kembali marak terjadi.

''Ini sebagai respon kami (pegiat literasi mandiri) menyikapi tindak penyitaan buku yang kembali marak di sejumlah daerah si Indonesia,'' ungkapnya kepada Tribun Bali di sela acara.

Seperti diketahui, terakhir ada dua tindakan razia buku yang terjadi di Probolinggo dan Makassar. Sebelumnya, tindakan serupa juga pernah terjadi di daerah lain.

Oknum perazia buku, kata Juli kembali melakukan pembatasan bahkan pencekalan kegiatan-kegiatan literasi dengan justifikasi paham komunisme sebagai musuh negara.

Ia menilai, razia pencekalan buku ini mengindikasikan bahwa antara masyarakat, aparat dan elemen masyarakat dengan kegiatan literasi masih ada jarak, termasuk kegagapan mereka dalam menilai buku tertentu.

''Bagi kami itu lucu banget. Di Makassar itu kan lagi diskusi buku Frans Magniz Suseno soal kritiknya pada komunisme. Sementara, orang-orang takut komunis, tapi diskusi itu malah dicekal, kan lucu ya,'' ujarnya.

Menurut dia, ideologi komunisme kerap menjadi justifikasi sepihak sebagian oknum untuk menjadikan hal ini untuk kepentingan politik kaum elite.

''Bagi kami ya parah, orang dia gak tau apa yang dia larang. Jika terus dibiarkan, maka aksi kayak gini juga bakal terus terjadi,'' tegasnya.

Halaman
12
Penulis: eurazmy
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved