Oral Seks, Variasi Aktivitas Seks, dan Resikonya

Kegiatan seksual dari alat kelamin ke alat kelamin saja kerap menimbulkan penyakit atau menularkan penyakit

Oral Seks, Variasi Aktivitas Seks, dan Resikonya
Kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA — Oral seks dan seks anal secara terpaksa terhadap perempuan masuk ke dalam RKUHP mengenai kekerasan seksual yang masuk dalam Bab XXII Tindak Pidana Terhadap Tubuh.

Dr Anthony Handoko, SpKK, dari Klinik Pramudia menjelaskan seks oral ini merupakan variasi aktivitas seksual yang seharusnya dilakukan dari alat kelamin ke alat kelamin.

Kegiatan seksual dari alat kelamin ke alat kelamin saja kerap menimbulkan penyakit atau menularkan penyakit, sehingga seks oral juga tidak kalah beresikonya dibandingkan seks yang seharusnya.

“Karena kan secara alami organ lain yang digunakan untuk oral dan anal tidak disiapkan untuk hubungan seksual, bukan bisa gak bisa tapi secara alami sudah ada yang disiapkan untuk itu kan,” kata dr. Anthony.

“Jadi beberapa penyakit kelamin yang mungkin tumbuh di oral,” sambung dr. Anthonya kepada Tribunnews.com, Jumat (30/8/2019).

Misalnya saja herpes kelamin, penyakit ini bisa saja tumbuh di bagian mulut yang bentuknya seperti sariawan tapi dari lebih perih dibandingkan sariawan biasa karena mungkin herpes genital si pria sedang aktif sehingga bisa menularkan penyakit.

Beberapa orang yang mengalami kejadian ini memeriksakannya bukan pada bagian spesialis kulit dan kelamin sehingga penyembuhannya bisa lama karena tidak sadar kalau itu efek dari seks oral.

“Letak herpesnya bisa dipinggir bibir, disudut bibir biasanya wanita yang kena karena pas laki-laki lagi aktif herpes genitalnya, mentok-mentol lokasi dibawah lidah,” kata dr. Anthony.

Untuk proses penyembuhannya agar lebih cepat harus dilakukan secara bersamaa pada pria maupun wanita agar lebih cepat karena ada kemungkinan akan melakukan seks oral secara berulang.

“Jadi penyembuhan dalam waktu yang sama bagi yang mengeluarkan maupun yang dikeluarkan. Soalnya mereka cenderung mengulang hal yang sama kan, jangan sampai terjadi penularan penyakit karena ketidaktahuan atau ketidakpedulian,” pungkas dr. Anthony.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Oral Seks, Variasi Aktivitas Seks, dan Resikonya

Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved