Pembangunan Shortcut Singaraja-Mengwitani Hemat 40 Persen, dari Rp 550 Miliar Jadi Rp 337 Miliar

Pembangunan Shortcut Singaraja-Mengwitani Hemat 40 Persen, dari Rp 550 Miliar Jadi Rp 337 Miliar

Pembangunan Shortcut Singaraja-Mengwitani Hemat 40 Persen, dari Rp 550 Miliar Jadi Rp 337 Miliar
Tribun Bali/Ratu Ayu Astri Desiani
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Mochamad Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan shortcut atau jalan baru batas kota Singaraja-Mengwitani titik 5-6, di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Minggu (1/9). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) RI, Mochamad Basuki Hadimuljono meninjau pembangunan shortcut atau jalan baru batas kota Singaraja-Mengwitani titik 5-6, di Desa Pegayaman, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Minggu (1/9) siang.

Dalam peninjauan itu diketahui, terdapat penghematan anggaran hingga mencapai 40 persen.

Menteri Basuki menyebutkan, anggaran yang dibutuhkan untuk membangun shortcut titik 1-10 mulanya mencapai Rp 550 Miliar.

Namun setelah  dilakukan pengkajian (value engineering), terdapat penghematan anggaran sebesar 40 persen, atau menjadi Rp 337 Miliar.

Hal ini terjadi lantaran metodologi kerja, waktu, dan pelaksanaannya sebut Basuki, sudah dievaluasi sehingga lebih cepat dan lebih murah.

"Konsultan yang mengusulkan dulu itu juga, ternyata cut and fillmya tidak dihitung. Jadi tanah galian itu dibuang. Padahal bisa dimanfaatkan untuk mengisi daerah-daerah yang cekung. Nah oleh value angineering itu dihitung harganya, sehingga hasilnya bisa menghemat 40 persen," jelasnya.

Basuki pun berharap agar proyek shortcut ini dapat memperkecil terjadinya kerusakan lingkungan.

Sehingga pada pembangunan selanjutnya antara titik 7-8 atau 9-10, yang diduga memiliki struktur tanah berbatu, agar dibangun underpass (trowongan).

"Titik lokasinya belum detail, tapi semua sedang di value engineering," terangnya.

Saat disinggung terkait permintaan Bupati Buleleng agar shortcut juga dibuat dititik 11-12 atau lebih tepatnya di Desa Ambengan, Kecamatan Sukasada, Buleleng, Basuki mengaku masih menunggu desainnya.

"Saya belum tahu gambarnya bagaimana. Baru diusulin," ucapnya sambil tertawa.

Sementara Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana mengaku optimis jika usulannya terkait pembangunan shortcut titik 11-12 disetujui oleh kementerian PUPR.

Sebab shortcut ini sebut pria yang akrab disapa PAS, dibangun untuk kesenjangan ekonomi antara Bali Selatan dan Bali Utara. 

"Saya rasa bapak (Menteri Basuki,red) menerima dan setuju untuk dilanjutkan 11-12. Shortcut ini harapan masyarkat Buleleng. Jadi saya memohon kepada bapak menteri untuk dipertimbangkan lah masalah aksesbilititasnya, untuk kemajuan Buleleng. Buleleng juga punya spot-sopot pariwisata yang luar biasa. Jadi ini untuk kesenjangan ekonomi  antara selatan dan utara," ucapnya.(*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved