Perkenalkan Seni Realis, ISI Denpasar Gelar Workshop Seni Rupa di ARMA Museum

Dalam wokshop yang dihadiri siswa-siswa SMA/SMK se-Gianyar ini, Program Studi (Prodi) Seni Rupa, memperkenalkan tiga jenis seni realis

Perkenalkan Seni Realis, ISI Denpasar Gelar Workshop Seni Rupa di ARMA Museum
Tribun Bali/Eri Gunarta
Para siswa SMA/SMK se-Gianyar mengikuti workshop Seni Rupa ISI Denpasar, di ARMA Museum Ubud, Minggu (1/9/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, memiliki tantangan berat di era Industri 4.0.

Sistem penerimaan siswa melalui jalur test teoretis, membuat kampus ini kesulitan mendapatkan mahasiswa.

Kondisi tersebut tak hanya disebabkan sistem yang rumit. Namun, minat generasi muda mempelajari seni secara spesifik relatif minim.

Melalui workshop seni rupa, di ARMA Museum, Ubud, Minggu (1/9/2019), mereka ingin mengajak generasi muda agar tertarik kuliah di ISI Denpasar, membuat karya dengan kemampuan praktik dan teori yang kuat.

Dalam wokshop yang dihadiri siswa-siswa SMA/SMK se-Gianyar ini, Program Studi (Prodi) Seni Rupa, memperkenalkan tiga jenis seni realis.

Seni lukis instalasi dipandu oleh I Wayan Sujana, lukis kaca oleh Sri Supriyatini, dan sketsa oleh I Made Ruta.

Ketiga pemandu tersebut merupakan dosen ISI Denpasar.

Dosen Seni Rupa Murni ISI Denpasar, I Made Ruta mengatakan, dalam seni instalasi pihakya ingin mengenalkan, bahwa melukis tidak hanya dilakukan dalam kanvas atau kertas.

Melukis juga bisa dilakukan pada media apapun, termasuk bambu, gelas dan sebagainya.

Sementara terkait melukis sketsa, dilakukan untuk memperluas paradigma masyarakat.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved