Desa Sanur Kaja Pionir Ramah Anjing di Bali, Terbitkan Perdes Larang Konsumsi Daging Anjing

Desa Sanur Kaja ini menjadi satu-satunya desa di Bali yang menerapkan regulasi pelarangan memproduksi maupun konsumsi daging anjing.

Desa Sanur Kaja Pionir Ramah Anjing di Bali, Terbitkan Perdes Larang Konsumsi Daging Anjing
Tribun Bali/Eurazmi
Ilustrasi - Desa Sanur Kaja ini menjadi satu-satunya desa di Bali yang menerapkan regulasi pelarangan memproduksi maupun konsumsi daging anjing. Regulasi ini secara resmi ditetapkan melalui Peraturan Desa Nomor 3/2018. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Desa Sanur Kaja di Denpasar, menjadi desa ramah anjing pertama di Bali.

Desa Sanur Kaja ini menjadi satu-satunya desa di Bali yang menerapkan regulasi pelarangan memproduksi maupun konsumsi daging anjing.

Regulasi ini secara resmi ditetapkan melalui Peraturan Desa Nomor 3/2018.

Tidak hanya melarang aspek perdagangan daging anjing, tapi juga mengatur segala aspek terkait upaya perlindungan dan mempromosikan kesejahteraan hewan.

Perbekel Desa Sanur Kaja, I Made Sudana mengatakan, Perdes ini selain merupakan inovasi desa, juga sebagai bentuk ngayah dalam melestarikan tradisi.

Sebagaimana diketahui, anjing dan manusia, khususnya di Bali telah hidup berdampingan sejak lama.

Namun seiring zaman, anjing seolah menjadi musuh karena menjadi hewan penular aktif rabies.

Karena itu, seringkali anjing-anjing harus dieliminasi tanpa tanggung jawab.

Di lain sisi, anjing juga menjadi pilihan daging untuk dikonsumsi sebagian orang. Namun dalam proses penjagalannya tidak beradab.

Padahal, anjing juga menjadi bagian dari kearifan lokal Bali sebagai sesama makhluk hidup yang harus dijaga.

Halaman
123
Penulis: eurazmy
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved