Jata Hadiri Pelantikan Gus Gaga di DPRD Gianyar Naik Motor 'Cekupluk'

Bukan hanya karena membawa motor jadul, tapi kedatangannya mengikuti acara pelantikan juga memancing perhatian.

Jata Hadiri Pelantikan Gus Gaga di DPRD Gianyar Naik Motor 'Cekupluk'
Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Anggota DPRD Gianyar, I Ketut Jata mengendarai motor cekupluk ke DPRD Gianyar, Senin (2/9/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Ketika masih menjabat Wakil Ketua DPRD Gianyar, aktivitas Ketut Jata tak bisa luput dari mobil Pajero Sport, mobil dinas pimpinan dewan Gianyar yang selalu dikendarainya.

Setelah posisinya digantikan oleh Ida Bagus Adi Saputra alias Gus Gaga, penampilannya pun kini berbeda .

Politikus Demokrat asal Desa Keramas, Blahbatuh ini, lebih memilih mengendarai motor astrea tahun 1997 ataudi Bali kerap disebut ‘motor cekupluk’.

Pantauan Tribun Bali, Senin (2/9/2019) pukul 09.30 Wita, kedatangan Ketut Jata menghadiri pelantikan pimpinan definitif DPRD Gianyar, menuai sorotan.

Bukan hanya karena membawa motor jadul, tapi kedatangannya mengikuti acara pelantikan juga memancing perhatian.

Sebab sebelumnya, Jata menyaku kecewa karena DPP Demokrat lebih memilih Gus Gaga, ketimbang dirinya yang memenuhi juklak DPP.

“Saya tetap datang, karena ini kewajiban saya. Kekecewaan itu bersifat pribadi, saya menghormati dan tidak pernah menentang keputusan partai. Selaku mantan Ketua DPC Demokrat dua periode, saya tahu, kalau menentang konsekuansinya dipecat. Karena tak mau dipecat, makanya saya menghormati keputusan partai,” ujar politikus berkepala gundul itu.

Terkait dirinya yang mengendarai motor cekupluk, Jata menegaskan bukan pencitraan.

Namun dirinya memang kerap membawa motor.

Selain itu, jarak rumahnya relatif dekat dengan kantor DPRD.

“Jarak rumah saya hanya satu menit ke sini (kantor). Lagi pula kalau bawa mobil, macet,” akunya.

Jata mengaku tidak minder meskipun sebagian besar anggota DPRD Giayar, ngantor membawa mobil mewah.

Bahkan ia mengaku bersyukur masih memiliki motor, meskipun kondisinya sudah ketinggalan zaman.

“Kenapa mesti minder, justru bersyukur masih punya motor,” tandasnya.  (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved