Koster: Kalau Berkendara Ya Pakai Helm, Nanti Kalau Sampai Tempat Sembahyang Ya Pakai Udeng

Menyikapi hal ini, Gubernur Bali Wayan Koster juga menyampaikan pendapatnya.

Koster: Kalau Berkendara Ya Pakai Helm, Nanti Kalau Sampai Tempat Sembahyang Ya Pakai Udeng
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Gubernur Bali, Wayan Koster saat menyampaikan pendapat akhir Kepala Daerah dalam sidang paripurna di Ruang Rapat Utama Kantor DPRD Bali, Selasa (20/8/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Operasi Patuh Agung yang diadakan oleh kepolisian baru-baru ini menjadi perhatian masyakarakat tak terkecuali masyarakat Bali. 

Bukan takut dirazia karena tidak membawa kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor, tetapi sebagian masyarakat juga menyoroti aturan penggunaan udeng dan helm saat berkendara motor.

Menyikapi hal ini, Gubernur Bali Wayan Koster juga menyampaikan pendapatnya.

Pendapatnya itu ia sampaikan saat ditanya oleh awak media seusai menghadiri pelantikan anggota DPRD Bali, Senin (2/9/2019) siang.

Menurut Gubernur Koster, langkah yang dilakukan pihak kepolisian sudah benar, karena memang wajib hukumnya ketika berkendara sepeda motor harus memakai helm.

Sementara udeng bisa dipasang ketika sudah sampai di lokasi persembahyangan.

“Ya kan sudah diberi jalan keluar. Kalau jalan saat berkendara pakai helm, nanti kalau sampai tempat sembahyang ya pakai udeng,” kata Gubernur asal Desa Sembiran, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng itu. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved