Pelindo III Akui Telah Bertemu Gubernur Koster, Bicarakan Reklamasi Pelabuhan Benoa

Pelindo III Akui Telah Bertemu Gubernur Koster, Bicarakan Reklamasi Pelabuhan Benoa

Pelindo III Akui Telah Bertemu Gubernur Koster, Bicarakan Reklamasi Pelabuhan Benoa
Tribun Bali/Rizal Fanany
REKLAMASI PELABUHAN - Aktivitas pengurugan atau reklamasi laut di kawasan Pelabuhan Benoa, Denpasar, Minggu (25/8/2019). Reklamasi tersebut menyebabkan hancurnya ekosistem bakau seluas 17 hektare. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Pihak PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III mengakui ada pertemuan dengan Gubernur Bali Wayan Koster.

Pertemuan itu dilaksanakan di rumah jabatan Gubernur Bali Jaya Sabha, Denpasar, Selasa (27/8/2019).

Pertemuan itu dihadiri oleh Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo III Doso Agung bersama Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Ridwan Djamaluddin; Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik dan Perhubungan Edwin Hidayat Abdullah; Direktur Teknik PT Pelindo III Joko Noerhudha; CEO Regional BBN PT Pelindo III I Wayan Eka Saputra.

Hal itu diakui oleh Vice President Corporate Communication Pelindo III Wilis Aji Wiranata saat dihubungi Tribun Bali melalui pesan WhatsApp, Senin (2/9/2019).

Kepada Tribun Bali Wilis mengatakan dalam pertemuan tersebut PT Pelindo III mencoba menyerap keinginan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali)

Dimana proyek ini, kata Wilis, adalah program nasional untuk meningkatkan pariwisata Bali lewat Benoa sebagai marine tourism hub.

Marine Tourism Hub ini disinyalir berpotensi mendatangkan wisatawan dan untuk menjembatani hal ini.

"Maka akan dibentuk tim bersama untuk mengevaluasi percepatan pembangunan Benoa," tutur Wilis.

Seperti yang dikatakan Gubernur Bali Wayan Koster, bahwa PT Pelindo III bersedia meminta maaf kepada masyarakat Bali dan kawasan reklamasi jadi ruang terbuka hijau (RTH) serta tidak akan mengembangkan bisnis di areal reklamasi tersebut.

Saat ditanya mengenai hal itu, Wilis mengatakan bahwa itu bukan wewenang dari PT Pelindo III, karena semua ijin dikeluarkan melalui pusat.

"Ditunggu saja hasil kajian tim bersama yang akan segera dibentuk untuk mengevaluasi pelaksanaan pengembangan Pelabuhan Benoa," tutur Wilis.

Tim evaluasi pengembangan Pelabuhan Benoa ini diketuai oleh unsur Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman (Kemenko Maritim).

Sementara anggota-anggotanya terdiri dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Selaim itu juga Pemprov Bali, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Universitas Udayana (Unud), Institut Pertanian Bogor (IPB) dan PT Pelindo III. (*)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved