Peluncuran dan Alih Kreasi Novel Karya Cok Sawitri, Sebuah Perjalanan Panjang "Sitayana"

Program Pustaka Bentara menghadirkan novel Sitayana karya Cok Sawitri dan dimaknai sejumlah pertunjukan yang merespons 'Sitayana'

Peluncuran dan Alih Kreasi Novel Karya Cok Sawitri, Sebuah Perjalanan Panjang
Dokumentasi BBB/Kadek Warnata
Cok Sawitri dalam program Pustaka Bentara yang membahas novel terbarunya berjudul "Sitayana" di Bentara Budaya Bali, Ketewel, Gianyar, Minggu, (1/9/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Program Pustaka Bentara kali ini menghadirkan pembahasan novel Sitayana karya terkini Cok Sawitri.

Bertempat di Bentara Budaya Bali, Ketewel, Gianyar, Minggu, (1/9/2019), dihadirkan pula sejumlah pertunjukan yang merespons Sitayana, di antaranya pertunjukan tari "Sitayana" garapan Ida Ayu Arya Satyani yang menjadi pembuka acara Tamasya Tak Biasa itu.

Ada pula pemutaran film pendek "Sitayana" garapan Syafiudin Vifick dan D'Lontar Animasi serta film teater "Rahim" garapan Adrian Tan.

Novel Sitayana terbitan Gramedia Pustaka Utama (2019) ini merupakan cerminan pergulatan Cok Sawitri seturut sikap kritisnya pada aneka teks yang sempat dibaca dan diselaminya.

Sebagaimana diungkapkan Cok Sawitri, gaya penulisannya berbeda dengan novel garapannya sebelumnya, seperti Janda dari Jirah, Sutasoma, Tantri, Perempuan yang Bercerita juga Karna, Rarung atau Manggali Kalki.

Novel ini sebenarnya novel keenam dari 10 novel yang prosesnya menuju tuntas ditulis.

Proses cipta Cok Sawitri sebagai penulis maupun kreator lintas bidang adalah sebuah upaya ‘dekonstruksi’ berkelanjutan.

Ia bukan hanya mengkritisi berbagai hal dalam ranah sosial kultural, namun juga terus menerus mempertanyakan diri, sebentuk mulat sarira.

Sebagaimana novel-novel lainnya, Sitayana melalui proses penulisan yang panjang, diselingi penggarapan novel Rarung dan Manggali Kalki.

Sebagai draft dieksplorasi lebih jauh ketika Cok Sawitri mendapatkan residensi ke USA dari Komite Buku Nasional seturut kontak kreatif dengan Dewi Noviami.

Halaman
12
Penulis: Ni Ketut Sudiani
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved