Ritech Expo 2019 - Badan Litbang Pertanian Kementan RI Tampilkan Berbagai Produk Unggulan

Badan Litbang Kementan hadirkan sebuah stan yang memajang berbagai hasil inovasi ilmu Badan Litbang kementerian Pertanian.

Ritech Expo 2019 - Badan Litbang Pertanian Kementan RI Tampilkan Berbagai Produk Unggulan
Tribun Bali/Karsiani Putri
Badan Litbang Kementerian Pertanian RI saat mengikuti pameran Inovasi di Lapangan Puputan, Renon, Denpasar, Selasa (27/08/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Dalam pagelaran RITECH EXPO 2019 beberapa waktu lalu yang diadakan di Lapangan Bajra Sandi, Denpasar, Bali, Badan Litbang Pertanian Kementerian Pertanian RI ikut berpartisipasi

Digabung dengan beberapa Balai Penelitian Pertanian, Badan Litbang Kementan hadirkan sebuah stan yang memajang berbagai hasil inovasi ilmu Badan Litbang kementerian Pertanian.

“Stan ini menampilkan produk dari 15 pusat unggulan IPTEK dengan keunggulannya masing-masing. Ada Balitkabi yang menampilkan kedelai-kedelai yang sedang dikembangkan dan diproduksi Indonesia. Ada kacang hijau, dan umbi-umbian, dan masih banyak lainnya,” ujar perwakilan Balai Penelitian Tanaman Kacang dan Aneka Umbi (Balitkabi), Dr. Joko Susilo Utomo kepada Tribun Bali, Selasa (27/08/2019). 

Dalam stan tersebut ditampilkan juga komoditi utama dari masing-masing pusat penelitian seperti salah satunya dari Balai Penelitian Tanaman Serealia Maros Sulawesi Selatan.

Perwakilan Balai Penelitian Tanaman Serelia Maros Sulawesi Selatan, Dr. Amin Nur menuturkan bahwa dalam kesempatan tersebut pihaknya memamerkan jagung, sorgum serta gandum tropis.

Sedangkan dari Balai Besar Litbang Pasca Panen Pertanian Bogor menampilkan produk nano biosilika, bioplastik, bayo foam, dan aneka serat.

Serta menampilkan nano jolid yang digunakan untuk memperpanjang umur simpan buah sehingga lebih lebih awet, segar dan tidak mudah layu.

Untuk Balai Besar Penelitian Tanaman Padi dalam kesempatan tersebut memamerkan produk-produk unggulannya seperti beras japonika dan Baroma.

Beras Basmati Aromatik (Baroma) memiliki keistimewaan yakni mempunyai index glikimek yang relative rendah dengan tekstur tidak pulen tapi mempunyai aroma harum yang khas dan memiliki amylose cukup tinggi.

Ada juga berbagai produk yang ditampilkan oleh Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat yang memamerkan abaka, kenaf, rami, agave. Tidak hanya itu, mereka juga menampilkan rosela herbal atau roselindoteh.

“Dengan adanya stand ini, kami harapkan masyarakat Bali bisa mengenal tanaman-tanaman potensial yang bisa dikembangkan di Indonesia sendiri. Ini menjadi ajang promosi untuk bagimana mengenalkan tanaman-tanaman pertanian yang belum pernah dilihat masyarakat,” ungkap Dr. Amin Nur (*)

Penulis: Karsiani Putri
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved