Siap Ngayah Mengajegkan Bali, 70 Pengurus Majelis Desa Adat Majaya-Jaya di Pura Besakih

Pengurus Majelis Desa Adat Provinsi Bali ini mengadakan Upacara Majaya jaya di Pura Agung Besakih, yang dipuput oleh 2 orang Sulinggih Siwa- Bhoda,

Siap Ngayah Mengajegkan Bali, 70 Pengurus Majelis Desa Adat Majaya-Jaya di Pura Besakih
Dokumentasi Bendesa Agung Majelis Desa Adat, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet
Mejaya Jaya-Suasana upacara mejaya-Jaya yang diikuti oleh 70 pengurus Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali, di Pura Agung Besakih, Minggu (1/9/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebagai tindak lanjut disahkannya Peraturan Daerah No.4 Tahun 2019, kemudian dibantu oleh Tim setelah melalui beberapa kali pertemuan, maka telah terbentuk susunan kepengurusan lengkap Majelis Desa Adat (MDA) Provinsi Bali masa bhakti 2019 - 2024.

 
Kepengurusan lengkap yang terdiri dari 70 orang dari berbagai disiplin ilmu dan dari berbagai Kabupaten/Kota se-Bali ini kemudian dikukuhkan tanggal 27 Agustus 2019 di Aula Sekretariat Majelis Desa Adat Provinsi Bali , Renon.

 
Supaya pengukuhan kepengurusan MDA ini menjadi lengkap dari sisi skala dan niskala, maka pada hari Sabtu, Pon wuku Paang, Pinanggal Apisan, 31 Agustus 2019, segenap Pengurus Majelis Desa Adat Provinsi Bali ini mengadakan Upacara Majaya jaya di Pura Agung Besakih , yang dipuput oleh 2 orang Sulinggih Siwa- Bhoda, yaitu Ida Pedanda Gede Rai Pidada beserta Ida Pedanda Istri dari Grya Pidada Br. Sengguan, Semarapura, dan Ida Pedanda Bhoda Ida Pedanda Gede Ketut Jelantik Sogatha beserta istri dari Grya Wanasari, Karangasem.

 
Bendesa Agung Majelis Desa Adat, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet (ratu aji) mengatakan upacara Majaya-Jaya ini juga kesangra (disambut, dibantu dan dihadiri red) dengan sangat baik oleh Para Pemangku Pura Besakih dan Manggala Desa Adat Besakih. 

 
“Banyak dari pengurus juga membawa serta keluarga untuk ikut menyaksikan, sembahyang dan mendoakan agar Majelis Desa Adat Bali ini selalu mendapat tuntunan dari Ida Sang Hyang Widhi Wasa sehingga mampu melaksanakan dharma bhaktinya didalam mengajegkan Bali, dimana Agama Hindu Bali, Adat Bali, Budaya Bali selalu ajeg di Bali dan selanjutnya mampu bersama Pemerintah untuk selalu mewujudkan dan menjaga Bali yang Shanti Jagadhita,” kata Ratu Aji kemarin.

 
Dalam Dharma Wacana yang disampaikan sebelum Upacara Majaya Jaya dilaksanakan, Ratu Aji menyatakan bahwa tujuan dari Upacara Majaya jaya ini adalah, pertama sebagai ungkapan rasa hangayubagia (rasa sangat bersyukur) kehadapan Ida Sang Hyang Widhi Wasa, semua Ista Dewata, Ida Bhatare Kawitan sami karena tuntunan dan waranugrahaNYA maka Gubernur , DPRD, dan masyarakat Bali telah berhasil mengesahkan Perda Desa Adat No.4 Tahun 2019 kemudian melaksanakan Paruman Agung, menetapkan program kerja, dan membentuk Kepengurusan Majelis Desa Adat untuk melaksanakan Perda Desa Adat tersebut. 

 
Kedua adalah untuk memohon agar semua para Pengayah (Pengurus yang pelayan ) mendapat kekuatan, sehat, dirgayusa, dan sadia rahayu untuk mengemban tugas tugas kita, dharma bhakti kita didalam membangun dan menjaga Keajegan Bali.

 
“Kita memohon agar pikiran , perkataan, tindakan dan prilaku kita selalu disucikan, dituntun agar selalu berjalan sesuai ajaran agama,” tuturnya.

 
Ratu Aji juga menekankan bahwa dengan disaksikan oleh Ida Sang Hyang Widhi, semua Ista Dewata, Ida Bhatare Sami, maka segenap Prajuru MDA disetiap tingkatan sampai dengan semua Bendesa Adat agar sungguh-sungguh menyatakan siap ngayah atas dasar lascarya nekeng tuas ( tulus ikhlas se ikhlas ikhlasnya), tanpa ada kepentingan pribadi, kepentingan politik atau kepentingan kelompok. 

 
“Kepentingan kita adalah hanya satu yaitu Bali yang selalu ajeg dan Pancasila Bhineka Tunggal Ika tetap tegak dan jaya untuk NKRI,” tandasnya.

 
Upacara yang dimulai tepat pada pukul 17.00 Wita berlangsung dengan sangat baik, lancar dan khusuk.

Terlihat bahwa Kepengurusan Majelis Adat ini sungguh kompak dan akrab  antara yang satu dengan yang lainnya. 

 
“Semoga Majelis Desa Adat mampu melaksanakan tugas dharma bhaktinya dengan baik sidhakarya labdhakarya sidha sidhaning don,” harap Ratu Aji. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved