Akseleran Tumbuh 900 Persen di Bali

Perusahaan fintech Peer-to-Peer (P2P) Lending, Akseleran, semakin diminati masyarakat di Bali

Akseleran Tumbuh 900 Persen di Bali
Istimewa
Tim Akseleran sudah mencapai 101 orang per Agustus 2019. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Perusahaan fintech Peer-to-Peer (P2P) Lending, Akseleran, semakin diminati masyarakat di Bali sebagai layanan alternatif investasi yang aman, mudah, dan menguntungkan.

Hal ini terlihat dari total nilai investasi di Pulau Dewata pada semester pertama tahun 2019 mencapai sebesar Rp1,3 miliar, atau tumbuh hingga 900 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Andri Madian, Chief Marketing Officer Akseleran, mengatakan bahwa pertumbuhan nilai investasi di Bali seiring dengan bertambah banyaknya jumlah para pemberi dana pinjaman (lender) yang menembus sekitar 200 orang, atau naik 10 kali lipat. Adapun rata-rata pertumbuhan tiap bulannya, berhasil mencapai di kisaran 15-20 persen. 

“Tren berinvestasi di Bali melalui Akseleran sebagai fintech P2P Lending yang sudah resmi terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus meningkat. Dari catatan data positif tersebut telah menunjukkan bahwa tingkat kesadaran masyarakat untuk memiliki gaya hidup produktif juga makin kuat, khususnya terhadap Akseleran yang selalu konsisten dalam memberikan edukasi dan sosialisasi mengenai peranan dari fintech P2P Lending,” ujar Andri dalam siaran pers yang diterima Tribun Bali.

Berdasarkan sumber kontribusi, Kota Denpasar masih mendominasi dibandingkan wilayah lainnya di Provinsi Bali. Menurut Andri, hingga semester pertama tahun ini, Kota Denpasar memberikan kontribusi nilai investasi sebesar Rp 581 juta, atau setara dengan 45 persen dari total nilai investasi di Bali. “Kalau dibandingkan semester pertama tahun lalu, pertumbuhan di Denpasar empat kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun 2018. Secara keseluruhan, nilai investasi tertinggi di Bali sebesar Rp50 juta per lender dan terendah sebesar Rp100 ribu,” terangnya.

Dengan terus meningkatnya jumlah lender dan nilai pendanaan Akseleran di Bali, Andri mengaku optimistis, peningkatan ini mampu turut mendongkrak total penyaluran pinjaman Akseleran pada akhir tahun 2019 yang ditargetkan mencapai sebesar Rp1 triliun. Sedangkan untuk potensi Bali ke depannya secara nasional, dia memproyeksikan, Bali dapat tumbuh dua hingga tiga kali lipat atau masuk dalam top 10 region tertinggi nilai investasinya melalui Akseleran.

“Angka ini tentu menggembirakan dan memperlihatkan bahwa masyarakat semakin terbiasa menggunakan Akseleran untuk memberikan pinjaman dalam mendukung pertumbuhan UKM di Indonesia. Kemudahan merupakan salah satu keunggulan yang diberikan Akseleran, setiap orang tinggal mengunduh aplikasinya baik dari Play Store atau App Store kemudian mengisi sejumlah data pribadi yang akan diverifikasi, dan sudah bisa berinvestasi mulai dari Rp100 ribu dengan rata-rata imbal hasil yang didapatkan sebesar 18-21 persen per tahun,” tambah Andri. (ask)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved