Blanko Keping KTP-el Terbatas, Disdukcapil Buleleng Prioritaskan Bagi Perekaman Baru

Stok blangko KTP Elektronik (KTP-el) dari pemerintah pusat terbatas, Disdukcapil Buleleng prioritaskan untuk perekaman baru.

Blanko Keping KTP-el Terbatas, Disdukcapil Buleleng Prioritaskan Bagi Perekaman Baru
KOMPAS/WISNU WIDIANTORO
Ilustrasi: e-KTP yang telah selesai dicetak. 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Stok blangko KTP Elektronik (KTP-el) dari pemerintah pusat sangat terbatas.

Berdasarkan surat edaran dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil disebutkan, pengadaan KTP-el tahun anggaran 2019 ini hanya sebanyak 16 juta keping untuk seluruh Indonesia. 

Untuk itu, pihak direktorat meminta kepada masing-masing Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) agar percetakan KTP-el hanya diprioritaskan untuk perekaman baru.

Sedangkan untuk perubahan elemen data kependudukan, atau pengganti KTP-el yang rusak atau hilang agar diberikan surat keterangan pengganti tanda identitas (Suket).

Kepala Disdukcapil Buleleng Putu Ayu Reika Nurhaeni dikonfirmasi Senin (2/9/2019) membenarkan adanya surat edaran dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil tersebut.

Kata Nurhaeni, keterbatasan blanko keping KTP-el ini tidak hanya terjadi di Buleleng, melainkan di seluruh kabupaten atau kota lain di seluruh Indonesia.

Hanya saja saat ditanya terkait stok blanko keping KTP-el di Buleleng, Reika mengaku masih mencari data. 

"Kebijakan ini hanya bersifat sementara karena pemerintah pusat masih mengupayakan pengadaan tambahan stok blangko KTP-el. Dengan stok yang ada sekarang, masih mencukupi hanya untuk yang merekam cetak (permohonan baru)," katanya.

Rieka pun berharap agar masyarakat yang ingin melakukan perubahan elemen data tidak perlu risau dengan adanya surat edaran tersebut. Sebab pihaknya masih bisa melayani, namun melalui penerbitan suket.

"Elemen data pada suket 100 persen sama dengan yang tertera pada KTP-el. Fungsinya juga legal. Sehingga kami jamin pendudik yang mengantongi suket tidak disulitkan pada saat digunakan," tutupnya. (*)

Penulis: Ratu Ayu Astri Desiani
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved