Bupati Jembrana Serahkan Bantuan Benih Kakao dan Alat Pertanian

Bupati menyerahkan bantuan alat-alat pertanian dan benih kakao super kepada masing-masing kelompok subak.

Bupati Jembrana Serahkan Bantuan Benih Kakao dan Alat Pertanian
Istimewa
Bupati Jembrana I Putu Artha menyerahkan bantuan bibit kakao dan alat pertanian, di Balai Serbaguna, Desa Medewi, Jembrana, Bali, Senin (2/9/2019) lalu. 

Bupati Jembrana Serahkan Bantuan Benih Kakao dan Alat Pertanian

TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Produksi kakao merupakan komoditas unggulan di Kabupaten Jembrana, Bali, yang memiliki karakteristik “Aromatik Spesifik Organik” serta sudah mampu merambah dunia internasional.

Untuk itu, guna meningkatkan produksi kakao di Kabupaten Jembrana, Bupati Jembrana I Putu Artha menyerahkan bantuan alat-alat pertanian (alsintan) dan benih kakao super kepada masing-masing kelompok subak abian se-Jembrana, di Balai Serbaguna, Desa Medewi, Jembrana, Bali, Senin (2/9/2019) lalu.

Turut hadir Wakil Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan, Dandim 1617/Jembrana Letkol Kav Djefri Marsono Hanok, Kepala UPT Lab Perlimbun Anang Priyono, serta pimpinan OPD di lingkup Jembrana dan kelompok Subak Abian se-Jembrana.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan I Wayan Sutama mengatakan dalam meningkatkan produktivitas kakao di Kabupaten Jembrana mengacu pada luas lahan kakao di Jembrana seluas 15.144 ha dengan luas tanaman kakao seluas 6,259 ha dan tanaman produktif seluas 4.281 ha, dengan produksi sebesar 2.854 ton/tahun.

Kebutuhan akan alsintan dalam upaya penigkatan produktivitas dan produksi pertanian menjadi suatu keharusan karena dapat mengakselerasi proses aktivitas pra panen dan pasca panen, terutama dalam upaya peningkatan kuantitas, kualitas dan kontinuitas produksi kakao.

“Bantuan yang diserahkan bersumber dari APBN dan APBD Pemkab Jembrana. Dari APBN diserahkan Alsintan berupa Hand Sprayer 40 buah, benih kakao unggul ‪100.000‬ pohon untuk 18 subak abian dan pupuk organik 30 ton, NPK 20 ton dan obat-obatan 200 liter. Sedangkan dari APBD kabupaten Jembrana diserahkan Alsintan berupa alat pemotong rumput 40 buah dan handsprayer 30 buah, benih kakao super sebanyak 37.500 pohon serta pupuk organik sebanyak 150 ton,” jelasnya.

Hal serupa juga diungkapkan Ketua Yayasan Kalimajari I Gusti Ayu Agung Widiastuti yang turut menaungi salah satu koperasi di Jembrana, Koperasi Kerta Semaya menyampaikan bahwa kakao Jembrana merupakan satu-satunya jenis kakao yang lolos kualifikasi biji kakao internasional.

Hal itu disebutnya suatu momentum dan peluang yang harus dioptimalkan bersama.

Di sisi lain, Bupati Jembrana I Putu Artha usai menyerahkan bantuan, menyambut baik dengan dicanangkannya program Kakao Lestari yang telah berlangsung sejak 8 tahun lalu.

Hasilnya saat ini telah dirasakan hasilnya bahwa kakao Jembrana bisa merambah pasar Internasional.

“Dengan luasan lahan kakao di Jembrana yang tidak seluas daerah lainnya, namun berkat komitmen pemerintah dengan para petani yang tergabung dalam subak abian sehingga kabupaten Jembrana mampu mewujudkan kebun-kebun kakao yang bersertifikasi yang mampu menghasilkan produk kakao fermentasi dengan kualitas Internasional,” kata Artha.

Ditambahkannya, dalam upaya mengantisipasi percepatan pencapaian peningkatan produktivitas komoditas tanaman kakao diperlukan adanya tanaman benih unggul serta sarana pendukung seperti alat perkebunan.

“Oleh karenanya dengan diberikannya bantuan alsintan dan benih kakao unggul ini dapat meningkatkan produksi kakao di Jembrana. Kepada penerima saya harap agar bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal,” pungkas nya. (*)

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved