Dirjen Imigrasi Optimis Autogate Mempercepat Proses Pemeriksaan Imigrasi di TPI Ngurah Rai

Jumlah autogate yang tersedia di TPI Ngurah Rai sebanyak 6 unit di terminal kedatangan dan 10 unit di terminal keberangkatan.

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Rizki Laelani
TRIBUN BALI/ZAENAL NUR ARIFIN
Dirjen Imigrasi Ronny F Sompie saat meninjau langsung autogate imigrasi di Bali Airport pasca diresmikan 

Dirjen Imigrasi Optimis Autogate Mempercepat Proses Pemeriksaan Imigrasi di TPI Ngurah Rai

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai telah menggunakan autogate sebagai sarana untuk melakukan proses pemeriksaan Keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali.

Jika sebelumnya pemeriksaan Keimigrasian dengan menggunakan autogate hanya tersedia untuk WNI, namun kini WNA pun bisa menggunakan autogate tersebut.

Dan peresmian autogate paspor ditandai dengan penekanan tombol yang dilakukan oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi dan Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Ronny F. Sompie dan Kepala Otban Wilayah IV Elfi Amir mewakili Dirjen Hubud, Selasa (3/9/2019).

Ronny Sompie mengatakan pengadaan perangkat autogate di TPI Ngurah Rai merupakan satu bentuk kerjasama yang terjalin antara pihak Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai dengan PT. Angkasa Pura I yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat.

Fasilitas autogate tersedia bagi WNI di terminal kedatangan dan keberangkatan.

Sementara bagi WNA, fasilitas ini hanya tersedia di terminal keberangkatan.

Jumlah autogate yang tersedia di TPI Ngurah Rai sebanyak 6 unit di terminal kedatangan dan 10 unit di terminal keberangkatan.

Saat ini pemeriksaan Keimigrasian dengan pengambilan sidik jari dan foto wajah telah diterapkan kepada seluruh WNA yang masuk ke Indonesia melalui TPI Ngurah Rai sehingga pada saat keberangkatan mereka dapat menggunakan fasilitas autogate.

“Proses pemeriksaan Keimigrasian di terminal kedatangan internasional dengan pengambilan foto wajah dan sidik jari memerlukan waktu sekitar 35–60 detik per penumpang,” ujarnya.

Sedangkan pemeriksaan Keimigrasian terhadap penumpang di terminal keberangkatan internasional dengan menggunakan autogate hanya memerlukan waktu sekitar 35-45 detik per penumpang.

Ronny Sompie menambahkan uji coba penggunaan Autogate pelayanan pemeriksaan keimigrasian dengan menggunakan Autogate terhadap Warga Negara Indonesia telah dimulai sejak 2014 melalui skema pengadaan Direktorat Jenderal Imigrasi.

Kemudian pada tahun 2018, melalui kerjasama yang baik antara PT Angkasa Pura I dengan Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, Autogate mulai di uji coba secara terbatas untuk pelayanan kepada Warga Negara Asing.

Dalam hal ini adalah kepada para delegasi IMF-World Bank yang akan berangkat meninggalkan wilayah Indonesia melalui TPI Tempat Pemeriksaan Imigrasi Ngurah Rai pada pertengahan Oktober 2018, dimana selama kegiatan dimaksud sistem autogate telah melakukan pelayanan kepada 2.177 perlintasan/orang.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved