Hari Ke-6 Operasi Patuh Agung 2019, Satlantas Polresta Denpasar Temukan 36 Pelanggar

Operasi Patuh Agung 2019 memasuki hari ke-6, Satlantas Polresta Denpasar temukan ada 36 pelanggar, Selasa (3/9/2019).

Hari Ke-6 Operasi Patuh Agung 2019, Satlantas Polresta Denpasar Temukan 36 Pelanggar
Tribun Bali/Firizqi Irwan
Hari Ke-6 gelar Operasi Patuh Agung 2019, Satlantas Polresta Denpasar di Jalan Diponegoro, Denpasar, Selasa (3/9/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Operasi Patuh Agung 2019 memasuki hari ke-6, Satlantas Polresta Denpasar temukan ada 36 pelanggar, Selasa (3/9/2019).

Gelar Operasi Patuh Agung 2019 berlokasi di Jalan Diponegoro, Dauh Puri Kelod, Denpasar Barat, Bali atau tepatnya di depan Royal Palace Denpasar.

Razia yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga pukul 10.30 Wita ini, ditemukan 36 pelanggar yang melintas dari arah selatan.

Ipda Wayan Warda Kasubnit 1 Patroli Satlantas Polresta Denpasar, atas seizin Kasat Lantas Polresta Denpasar AKP Adi Sulistyo Utomo yang didampingi Kanitlaka Iptu Ni Luh Tiviasih mengatakan, ada 36 pelanggar yang berhasil didapatkan di hari ke-6 ini. 

Hasilnya anggota Satlantas menyita SIM, STNK dan kendaraan bermotor.

"Untuk giat hari ini, Operasi Patuh Agung kita temukan ada 36 pelanggar. Hasilnya kita sita surat-surat berkendaranya diantaranya SIM sebanyak 10, STNK ada 22, dan kendaraan bermotor ada 4," ujarnya saat ditemui Tribun Bali.

Sementara itu, Ipda Wayan Warda saat didampingi Kanitlaka Iptu Ni Luh Tiviasih melanjutkan lebih rinci lagi hasil operasi Patuh Agung kali ini, diantaranya.

Tidak membawa SIM 10, tidak membawa STNK 8, tidak mengenakan sabuk pengaman ada 8, tidak melengkapi surat kendaraan sebanyak 4, dan tidak memakai helm 4 orang serta pengendara di bawah umur sebanyak 2 orang.

Sementara itu, ia mengimbau kepada para orang tua yang memiliki anak masih sekolah, untuk tidak memberikan izin membawa kendaraan sebelum waktunya.

Ia juga perpesan kepada masyarakat untuk selalu taat saat berkendara dan melengkapi surat-surat kendaraannya.

"Imbauan kepada masyarakat Kota Denpasar, agar selalu patuh saat berkendara selain itu juga untuk selalu melengkapi surat-surat berkendaranya dan untuk yang mengendarai mobil juga sama, tapi juga harus memakai sabuk keselematan berkendara," tambahnya. (*) 

Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved