Iuran BPJS Kesehatan Berencana Naik, Menkes: Banyak yang Diobati, Tapi Penerimaan Tidak Sesuai

Iuran BPJS Kesehatan Berencana Naik, Menkes: Banyak yang Diobati, Tapi Penerimaan Tidak Sesuai

Iuran BPJS Kesehatan Berencana Naik, Menkes: Banyak yang Diobati, Tapi Penerimaan Tidak Sesuai
Istimewa
BPJS Kesehatan. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA — Ada rencana iuran BPJS Kesehatan naik. Dan rencana tersebut menimbulkan kontroversi, bahkan ada penolakan dari sejumlah pihak.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek pun menyebutkan pelayanan BPJS Kesehatan memang telah berhasil memberikan pelayanan kesehatan kepada 233,5 juta orang masyarakat pada 2018 lalu.

Namun besaran iuran kurang mampu menutupi besarnya biaya pengobatan yang jumlahnya jauh lebih besar dibandingkan iuran yang dibayarkan peserta setiap bulannya.

Baca: Kenaikan Iuran BPJS Kesehatan, Defisit Panjang hingga Dianggap Warisan Buruk Periode Pertama Jokowi

“Jadi banyak yang diobati sedangkan penerimaan tidak sesuai dengan pengeluaran, itu yang harus dimengerti betul,” ungkap Nila saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (3/9/2019).

Seperti yang sering diberitakan soal besarnya pembiayaan pengobatan ini juga menimbulkan defisit BPJS Kesehatan yang hingga akhir 2019 diprediksikan mencapai Rp 32,84 triliun.

Pemerintah juga telah menggelontorkan bantuan pembiayaan termasuk kepada para peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) sebanyak 96,8 juta peserta yang dibiayai penuh namun tetap belum bisa menutupi besaran pembiayaan.

Maka dari itu rencana kenaikan iuran mandiri yang rencananya diterapkan pada awal tahun 2020 itu diharapkan juga dapat membantu pembiayaan biaya peserta yang sakit.

“Misalnya untuk cuci darah karena gagal ginjal itu sekali cuci darah ongkosnya luar biasa bisa sampai mendekati Rp 1 juta tapi bayar preminya Rp 25 ribu per bulan, itu seminggu sekali, kalau sebulan empat kali siapa yang membiayai sisanya,” papar Nila.

“Itu yang gotong royong tadi yang betul-betul kita harus manage dengan baik,” sambung Nila.

Halaman
12
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved