Nelayan di Kusamba Sulit Dapatkan BBM Premium Saat Ikan Melimpah

Nelayan asal banjar tengah tersebut mengeluh sulit mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium.

Nelayan di Kusamba Sulit Dapatkan BBM Premium Saat Ikan Melimpah
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Warga berebut untuk membeli hasil tangkapan nelayan di pantai Segara, Desa Kusamba, Klungkung, Selasa (2/9/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - I Wayan Surata dan nelayan lainnya berbincang-bincang ketika ditemui pesisir Segara, Desa Kusamba, Senin (2/9/2019).

Harusnya mereka bahagia karena sejak sebulan terakhir hasil tangkapan ikan tongkol melimpah dengan harga yang stabil.

Hanya saja, nelayan asal banjar tengah tersebut mengeluh sulit mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium.

Surastra menjelaskan, tangkapan ikan tongkol di pesisir Kusamba mulai marak sejak sebulan lalu.

Rata-rata ikan yang ditangkap berukuran besar dengan harga Rp 10 sampai 20 ribu per ekornya.

"Kalau di pesisir Kusamba, ikan tongkolnya yang besar-besar. Kalau di perairan Nusa Penida dan di Karangasem, ikan tongkolnya yang marak itu kecil-kecil, yang harganya sekitar Rp 3.000," ungkap Surata

Tidak ingin melewatkan musim tangkapan,  nelayan di Kusamba bisa melaut dua kali sehari.

Selain pagi hari, nelayan juga melaut siang hari hingga sore hari. 

Sekali melaut, nelayan bisa mendapatkan 100 ekor ikan tongkol berukuran besar.

"Jika siang hari ada informasi nelayan mendapatkan banyak hasil tangkapan, nelayan lainnya langsung ikut melaut. Melautnya tidak jauh, paling sampai selat Badung," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved