Polisi Razia Pemakai Udeng di Operasi Patuh Agung, Peradah: Harus Ada Prinsip Keadilan

Polisi Razia Pemakai Udeng di Operasi Patuh Agung, Peradah: Harus Ada Prinsip Keadilan

Polisi Razia Pemakai Udeng di Operasi Patuh Agung, Peradah: Harus Ada Prinsip Keadilan
DOK POLDA BALI
Hari ke-5 Ops Patuh Agung 2019, Polda Bali Tindak 28 Pelanggar 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Operasi Patuh Agung 2019 yang dilaksanakan oleh pihak kepolisian secara serentak mendapatkan respon yang cukup keras dari masyarakat Bali.

Pasalnya, operasi tersebut juga merazia pengendara sepeda motor yang menggunakan udeng sehingga tidak memakai helm.

Hal ini juga mendapat respon dari Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Perhimpunan Pemuda Hindu (Peradah) Indonesia Bali.

Bule Australia Ditangkap di Canggu, Sempat Dilepas, Lalu Dikeroyok Massa, Ini Penyebabnya

Ketua DPP Peradah Indonesia Bali, Komang Agus Widiantara mengatakan, pada prinsipnya mengapresiasi pelaksanaan Operasi Patuh Agung 2019 yang digelar secara serentak di seluruh Bali.

"Apa yang dilakukan oleh pihak kepolisian dalam menjaga ketertiban lalulintas merupakan tugas pokok dari para aparat, secara sederhana seperti itu," kata Widiantara saat dihubungi Tribun Bali via pesan WhatsApp, Senin (2/9/2019) malam.

Terkait keresahan mengenai penindakan polisi kepada masyarakat yang mengenakan udeng dan tidak menggunakan helm, Widiantara berpandangan bahwa hal ini memang fenomena sudah sejak lama dan menjadi diskursus atau perdebatan.

Kisah Janda Muda di Bali Yang Temui Hotman Paris, Ngaku Dihamili Bule Beristri

Tapi pada prinsipnya, kata dia, berkendara khususnya roda dua memang wajib menggunakan perangkat keamanan dan hal itu penting untuk menjaga kemanan, terlebih urusan kepala.

Baginya, tindakan yang dilakukan oleh aparat kepolisian sebenarnya mengingatkan dan untuk menjaga pemedek atau umat Hindu yang melakukan peribadatan.

"Mungkin kalau aktivitas busana yang digunakan busana adat dalam konteks ini menggunakan sanggul dan udeng misalnya, dalam ruang lingkup di desa adat saja mungkin tidak sampai disidak," jelasnya.

Anggota DPRD Bali Termuda Sepanjang Sejarah, Gung Suyoga Ingin Ikuti Jejak Almarhum Ayahanda

"Tapi kalau ruang lingkupnya sudah sampai jarak yang jauh, saya kira wajar-wajar saja karena untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, apalagi kondisi lalulintas kita tidak bisa prediksi," imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved