Rekonstruksi Pembacokan dan Pembunuhan yang Dilakukan ABG Tak di TKP, Ini Alasan Polisi

"Kami juga menghargai keluarga korban. Kami takut nanti akan terjadi yang tidak diinginkan karena mengajak pelaku ke TKP," jelasnya.

Rekonstruksi Pembacokan dan Pembunuhan yang Dilakukan ABG Tak di TKP, Ini Alasan Polisi
dokumentasi polisi
Rekonstruksi kasus perkelahian sekelompok pemuda yang terjadi di Desa Angantaka, hingga meregang nyawa dilakukan di halaman Polres Badung pada Senin (2/9/2019). Rekonstruksi dilaksanakan untuk membuat terang peristiwa pidana yang dilaporkan. 

Rekonstruksi Pembacokan dan Pembunuhan yang Dilakukan ABG Tak di TKP, Ini Alasan Polisi

TRIBUN-BALI. COM, BADUNG - Rekonstruksi kasus perkelahian sekelompok pemuda yang terjadi di Desa Angantaka, hingga meregang nyawa dilakukan di halaman Polres Badung pada Senin (2/9/2019).

Rekonstruksi dilaksanakan untuk membuat terang peristiwa pidana yang dilaporkan.

Kasat Reskrim Polres Badung, AKP Laorens Rajamangapul Heselo, SIK saat dikonfirmasi, Selasa (3/8/2019) mengaku Rekonstruksi dilaksanakan di halaman Mapolres untuk mempercepat prosea renkontruksi.

Pasalnya dalam kasus tersebut banyak kejadian yang TKP-nya di jalan raya.

"Sebenarnya renkontruksi bisa dilaksanakan di mana saja. Hanya saja kami melakukan di halaman Mapolres Badung agar lebih cepat. Selain itu juga mengantisipasi kemacetan, karena TKP banyak di jalan raya," katanya.

Pihaknya mengatakan jika dilaksanakan di TKP, pihaknya mengaku harus mempersiapkan lebih awal.

Selain itu, melihat beberapa kendala yang nantinya akan terjadi.

"Kami juga menghargai keluarga korban. Kami takut nanti akan terjadi yang tidak diinginkan karena mengajak pelaku ke TKP," jelasnya.

Pihaknya mengaku, percepatan rekonstruksi dilakukan lantaran Polres Badung mempunyai waktu 15 hari untuk melakukan pemberkasan.

Halaman
12
Penulis: I Komang Agus Aryanta
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved