RS Nyitdah Butuh 10 Dokter Spesialis, Dua Puskesmas di Tabanan Perlu Tambahan Dokter Umum

RS Nyitdah mambutuhkan dokter spesialis sepuluh orang dengan rincian dokter spesialis anak, bedah, anastesi, radiologi, dan patologi klinik.

RS Nyitdah Butuh 10 Dokter Spesialis, Dua Puskesmas di Tabanan Perlu Tambahan Dokter Umum
pixabay.com
Ilustrasi dokter - RSU Nyitdah dan dua Puskesmas di Tabanan kekurangan dokter umum dan spesialis. 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - RSU Nyitdah dan dua Puskesmas di Tabanan kekurangan dokter umum dan spesialis.

Ini membuat dokter yang bertugas merangkap sebagai kepala puskesmas sekaligus menjadi tenaga pelayanan kesehatan utama.

RS Nyitdah mambutuhkan dokter spesialis sepuluh orang dengan rincian dokter spesialis anak, bedah, anastesi, radiologi, dan patologi klinik. Masing-masing dibutuhkan sebanyak dua orang.

"Untuk dokter spesialis di RSU Nyitdah saat ini dokter tetap yang kita punya baru 2 yaitu spesialis penyakit dalam dan spesialis obgyn (kebidanan). Sementara untuk dokter lainnya masih perlu dua orang per spesialis," ujar kata Kepala Dinas Kesehatan Tabanan, Nyoman Suratmika, Senin (2/9/2019).

Sementara di Puskesmas Selemadeg Barat 1 saat ini sudah ada empat orang dokter umum, rinciannya dua orang dokter umum status PNS, dan dua orang dokter status kontrak.

Namun jumlah tersebut masih kekurangan dua orang dokter lagi untuk mencapai ideal puskesmas rawat inap.

Untuk di Puskemas Pupuan I, saat ini sudah ada lima dokter termasuk kepala puskesmas dan masih kekurangan satu orang dokter agar menjadi ideal.

"Dokter yang kurang tinggal di Puskemas Selemadeg Barat I, karena sudah rawat inap mulai tahun ini dan jika memang ada keperluan di malam hari kami masih sediakan dokter on call. Kemudian kita tidak boleh lagi mengangkat tenaga kontrak tahun ini. Sedangkan untuk puskesmas lainnya untuk dokter sudah terpenuhi," ujarnya.

Di Selemadeg Barat masih kekurangan dua dokter umum untuk mencapai ideal.

Kemudian untuk Puskesmas Pupuan 1, dengan status rawat inap saat ini sudah ada lima dokter termasuk kepala puskesmas.

Namun jika dilihat untuk kebutuhan ideal layanan, masih diperlukan tambahan dokter.

"Saat ini pelayanan sudah berjalan normal, namun untuk idealnya memang kurang lagi satu dokter," ucap Suratmika.

Suratmika menambahkan, untuk puskesmas nonrawat inap saat ini menerapkan aturan BPJS Kesehatan dimana satu orang dokter umum untuk 5.000 orang peserta JKN. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved