Sosok Yan Bali Si Penakluk Lebah, Ternyata Terapi Sengat Lebah Bermanfaat Sembuhkan Penyakit Ini

Lebah atau nyawan yang ditakuti masyarakat, ternyata menjadi jinak di tangan I Wayan Gede Adriana atau Yan Bali.

Sosok Yan Bali Si Penakluk Lebah, Ternyata Terapi Sengat Lebah Bermanfaat Sembuhkan Penyakit Ini
Tribun Bali / I Wayan Sui Suadnyana
I Wayan Gede Adriana alias Yan Bali saat melakukan aksinya “menaklukan” lebah di Lapangan Puputan Margarana Monumen Bajra Sandi, Denpasar, Senin (2/9/2019) 

Yan Bali yang berusia 44 tahun asal Banjar Jangu, Desa Duda, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangsem, rasanya memang layak disebut sebagai pawang lebah.

Di tangannya, lebah yang bagi sebagian besar masyarakat ditakuti justru menjadi takluk dan jinak.

“Jika terdapat lebah sebaiknya tidak menunjukkan ekspresi kepanikan karena hal itu justru akan dianggap sebagai penyerangan oleh kawan lebah,” kata Yan Bali mengawali pembicaraan bersama Tribun Bali.

Yan Bali memulai aktivitasnya dalam perlebahan sejak lima tahun lalu, tepatnya pada September 2014.

Saat itu ia baru memutuskan keluar dari tempat kerjanya di sebuah hotel.

Ketika pulang ke kampung halaman, di rumah mertuanya ada banyak ditemukan trigona atau yang di Bali dikenal sebagai kele.

Dari sanalah keinginan untuk melihara trigona itu muncul.

Ia lalu meminta izin kepada mertuanya untuk mengambil trigona tersebut sebanyak dua koloni.

“Dari sanalah tiang mulai tertarik. Ternyata sangat mengasikkan memelihara lebah. Sambil ngopi kita masih bisa memperhatikan aktivitas lebah,” tuturnya.

Beberapa bulan setelah memelihat trigona, akhirnya ia tertarik untuk memelihara apis cerana atau nyawan. Ia membeli pada seorang petani yang membudidayakannya di Gianyar.

Halaman
1234
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved