Sosok Yan Bali Si Penakluk Lebah, Ternyata Terapi Sengat Lebah Bermanfaat Sembuhkan Penyakit Ini

Lebah atau nyawan yang ditakuti masyarakat, ternyata menjadi jinak di tangan I Wayan Gede Adriana atau Yan Bali.

Sosok Yan Bali Si Penakluk Lebah, Ternyata Terapi Sengat Lebah Bermanfaat Sembuhkan Penyakit Ini
Tribun Bali / I Wayan Sui Suadnyana
I Wayan Gede Adriana alias Yan Bali saat melakukan aksinya “menaklukan” lebah di Lapangan Puputan Margarana Monumen Bajra Sandi, Denpasar, Senin (2/9/2019) 

Fungsi lebah di antaranya membantu tanaman dalam menghasilkan buah melalui proses penyerbukan.

Yang tak kalah penting, lebah sangat penting untuk kesehatan manusia.

Terapi sengatan lebah bisa membuat hidup sehat dan bisa menyembuhkan penyakit kronis.

Yan Bali mengaku, dahulu dirinya adalah seorang olahragawan.

Bahkan berangkat kerja memakai sepeda. Namun penyakit seperti batuk, pilek, demam terus datang antara tiga sampai empat kali dalam setahun.

Setelah dirinya memelihara lebah, ia jarang mengalami sakit. Hal ini karena dirimya sering mendapatkan terapi sengat lebah.

Yan Bali pun mengutip sebuah jurnal dari Universitas Washington yang mengatakan bahwa sengatan lebah ini mengandung melitin sebagai pembunuh virus.

Virus HIV misalnya, kata dia, yang memiliki cangkang sel yang sangat kuat yang tidak bisa dipecah oleh obat-obatan kimia, tetapi dengan racun lebah sangat mudah untuk ditaklukkan.

“Begitu cangkang sel dari HIV itu pecah, maka virus tersebut lebih mudah untuk mati,” katanya.

Selain itu racun lebah hampir sama khasiatnya dengan racun lintah yang membantu melancarkan peredaran darah dan menyembuhkan orang dari penyakit stroke.

“Jadi selain dia berfungsi menjaga lingkungan, tiang memiliki keyakinan lebah nika akan menjadi dokter pribadinya manusia untuk di kedepannya,” ujar Yan Bali.

“Untuk sekarang mungkin orang masih apriori, tidak percaya. Bahwa lebah itu (dipercayai hanya) gigit dan bikin bengkak. Tapi manfaatnya sangat banyak dan belum diketahui. Jadinya masyarakat belum begitu peduli terhadap lebah,” imbuhnya.

Namun Yan Bali mengimbau, terapi sengatan lebah ini tidak disarankan bagi mereka yang mengalami alergi.

Ciri-ciri alergi yakni bila disengat di bagian tertentu maka akan mengalami bengkak sampai ke bagian lain.

Jika seseorang yang disengat lebah sampai mengalami sesak napas maka alerginya sudah dalam ketegori tinggi. Bila tetap ingin mencoba terapi sengat lebah maka alergi harus disembuhkan terlebih dahulu.

“Jadi walaupun menyehatkan, bagi yang alergi (tetap) berbahaya,” kata dia. (wayan sui adnyana)

Penulis: I Wayan Sui Suadnyana
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved