Liputan Khusus

Terdesak Proyek, Hutan Mangrove Menciut 548 Hektare, Kebanyakan Alih Fungsi oleh BUMN & Pemerintah

Namun, nasib paru-parunya Bali Selatan ini mengkhawatirkan. Sebab, semakin hari kawasan tahura itu semakin terdesak proyek-proyek pembangunan

Terdesak Proyek, Hutan Mangrove Menciut 548 Hektare, Kebanyakan Alih Fungsi oleh BUMN & Pemerintah
Tribun Bali/Rizal Fanany
MANGROVE MATI - Area hutan bakau atau mangrove yang mati akibat terkena dampak reklamasi Pelabuhan Benoa, Senin (26/8/2019). Berbagai proyek menyebabkan area hutan bakau di pesisir Bali semakin berkurang. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Keberadaan hutan mangrove di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai begitu penting bagi wilayah Bali Selatan.

Namun, nasib paru-parunya Bali Selatan ini mengkhawatirkan.

Sebab, semakin hari kawasan tahura itu semakin terdesak proyek-proyek pembangunan, diantaranya proyek-proyek yang dimiliki oleh pemerintah dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Luas hutan mangrove di kawasan Tahura Ngurah Rai saat ini tinggal 844 hektare dari 1.392 hektare yang pernah ada di kawasan itu.

Dengan kata lain, kawasan Tahura yang masih ada tanaman mangrovenya menciut seluas 548 hektare.

Padahal, selain sebagai paru-parunya Bali selatan, hutan mangrove di Tahura Ngurah Rai juga berfungsi sebagai penjaga garis pantai dari abrasi atau pengikisan, serta meredam gelombang besar termasuk jika terjadi tsunami

“Kawasan yang ada hutan bakau atau mangrovenya tinggal 844 hektare, karena ada blok khusus yang digunakan untuk TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dan lain-lain,” kata Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) UPT Tahura Ngurah Rai, I Ketut Subandi, saat ditemui di ruang kerjanya pekan lalu.

Berdasarkan data Di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Tahura Ngurah Rai, Dinas Kehutanan Provinsi Bali, sebetulnya luas hutan mangrove Tahura Ngurah Rai sebesar 1.373,5 hektare.

Namun di dalam luas kawasan tahura tersebut, yang terdapat tumbuhan mangrove cuma 844 hektare.

Sisanya sudah tak ditemukan tanaman mangrove akibat terdampak proyek Jalan Tol Bali Mandara (seluas 5 hektare), digunakan untuk TPA Suwung, lapangan, Jalan Lagon, PLN, dam estuari, IPAL, DSDP, dan lain-lain yang totalnya seluas kurang lebih 193 ha.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved