Liputan Khusus

Ungkap Bakal Ada Diamond Sanur di Ujung Timur, Begini Sentilan KSDAE UPT Tahura Ngurah Rai

Di sebelah barat Pantai Mertasari itu rencananya bakal dibangun marina untuk kapal pesiar, tempat konser terbesar di Asia dengan panggung mengambang,

Ungkap Bakal Ada Diamond Sanur di Ujung Timur, Begini Sentilan KSDAE UPT Tahura Ngurah Rai
Tribun Bali/Prima
Peta wilayah kawasan Tahura yang masih ditumbuhi mangrove di Bali Selatan. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Seksi (Kasi) Perlindungan Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) UPT Tahura Ngurah Rai, I Ketut Subandi, mengatakan ujung timur kawasan Tahura Ngurah Rai kini sedang diincar oleh para investor dan Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar.

Pemkot Denpasar sejak dulu ingin meningkatkan pendapatan asli daerah dan berambisi bisa menyaingi Kabupaten Badung dari segi pariwisata.

Di sebelah barat Pantai Mertasari itu rencananya bakal dibangun marina untuk kapal pesiar, tempat konser terbesar di Asia dengan panggung mengambang, lapangan olahraga, beach walk terbesar di Asia, pusat oleh-oleh, kolam renang terpanjang di Indonesia, beach club terbuka dan terbesar di dunia, kemudian pasar tradisional ala modern dan restoran ikan.

Semua itu dibuat dalam konsep dan nama Diamond Sanur.

Dari desain yang diunggah di situs resmi proyek itu, terlihat bahwa pusat perbelanjaan berdekatan dengan kawasan blok pemanfaatan Tahura Ngurah Rai.

Terdesak Proyek, Hutan Mangrove Menciut 548 Hektare, Kebanyakan Alih Fungsi oleh BUMN & Pemerintah

Tepat di samping hutan mangrove itu bakal dibangun beach club terbuka yang di depannya juga terdapat kolam berenang.

“Mereka (Pemkot Denpasar), juga masyarakat adat di sana, berupaya untuk mempengaruhi kami agar mau mengubah fungsi kawasan itu. Ya tentu kami jelaskan bahwa itu adalah daerah penyangga, ya tidak bisa sembarangan diubah fungsi,” ungkap Subandi.

“Memang cuma sedikit mendekati Tahura, tapi kan itu bagian dari ekosistem di Teluk Benoa. Harus dijaga itu. Pemerintah kota dan pihak yang mau bangun di sana jangan cuma berpikir komersial, tapi kurang dipikirkan bagaimana ekosistem untuk menyangga Denpasar dan Badung,” ungkap Subandi.

Suasana Hutan bakau atau mangrove yang sejuk dan adanya pengunjung yang berdatangan mulai dari remaja sampai dewasa. Bertempat di Jalan Bypass Ngurah Rai Kuta Bali, sekitar 100 meter dari simpang Dewa Ruci. Sabtu (26/5/2018).
Suasana Hutan bakau atau mangrove yang sejuk dan adanya pengunjung yang berdatangan mulai dari remaja sampai dewasa. Bertempat di Jalan Bypass Ngurah Rai Kuta Bali, sekitar 100 meter dari simpang Dewa Ruci. Sabtu (26/5/2018). (Tribun Bali/Rino Gale)

Subandi menekankan kepada setiap pihak yang ingin mengambil manfaat di kawasan Tahura Ngurah Rai bahwa keberadaan Tahura bukan cuma sebagai pajangan agar terlihat hijau.

Hutan mangrove itu memang ada fungsinya, yakni sebagai penyangga.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved