Begini Penjelasan BMKG Mengapa Aktivitas Gempa di Pulau Kalimantan Paling Rendah di Indonesia

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan Pulau Kalimantan adalah satu-satunya pulau di Indonesia dengan tingkat aktivitas

Begini Penjelasan BMKG  Mengapa Aktivitas Gempa di Pulau Kalimantan Paling Rendah di Indonesia
Badan Informasi Geospasial
Daftar wilayah di Indonesia yang berpotensi gempa 

Begini Penjelasan BMKG  Mengapa Aktivitas Gempa di Pulau Kalimantan Paling Rendah di Indonesia 

TRIBUN-BALI.COM- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan Pulau Kalimantan adalah satu-satunya pulau di Indonesia dengan tingkat aktivitas kegempaan relatif paling rendah.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, berkata bahwa meskipun di Pulau Kalimantan terdapat struktur sesar dan memiliki catatan aktivitas gempa bumi, secara umum wilayah Pulau Kalimantan masih relatif lebih aman dibanding daerah lain, seperti Sumatera, Jawa, Sulawesi, dan Papua, yang memiliki catatan sejarah gempa merusak dan menimbulkan korban jiwa.

Dwikorita menjelaskan, kondisi seismisitas Pulau Kalimantan yang relatif rendah ini berdasarkan sejumlah fakta, di antaranya wilayah Pulau Kalimantan memiliki jumlah struktur sesar aktif yang jauh lebih sedikit daripada pulau-pulau lain di Indonesia.

Irfan Bachdim Kenang Laga Nostalgia 9 Tahun Lalu, Bantai Malaysia di GBK

2 Bayi Berusaha Hidup 11 Hari dalam Kamar Tanpa Sang Ibu yang Memilih Berpacaran, Berakhir Tragis

Selanjutnya, wilayah Pulau Kalimantan lokasinya cukup jauh dari zona tumbukan lempeng (megathrust), sehingga suplai energi yang membangun medan tegangan terhadap zona seismogenik di Kalimantan tidak sekuat akumulasi medan tegangan zona seismogenik yang lebih dekat zona tumbukan lempeng.

Tidak hanya itu, beberapa struktur sesar di Kalimantan kondisinya sudah berumur tersier sehingga banyak segmentasinya yang sudah tidak aktif lagi dalam memicu gempa.

Tetap perlu antisipasi

Namun demikian, untuk mengantisipasi terjadinya bencana, khususnya di wilayah pesisir Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan, yang berhadapan dengan sumber gempa; masih perlu disusun strategi mitigasi bencana dengan menyiapkan tata ruang pantai agar masyarakat pesisir lebih aman dalam menghadapi ancaman tsunami.

Selain itu, lanjut Dwikorita, konsep evakuasi mandiri dengan menjadikan guncangan gempa kuat sebagai peringatan dini tsunami alami juga menjadi pilihan tepat dan efektif untuk menyelamatkan masyarakat.

Edukasi evakuasi mandiri dan pelatihan evakuasi (drill) akan disosialisasikan kepada masyarakat di wilayah pantai rawan tsunami. Tujuannya agar mereka memahami bagaimana cara agar selamat saat terjadi gempa bumi dan tsunami.

Halaman
12
Editor: DionDBPutra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved