Firasat Aneh Keluarga Sebelum 2 Pemancing Terseret Ombak di Tanah Lot, Pesan Ibu Soal Kajeng Kliwon

Made Sumarta menuturkan, pihak keluarga sepertinya sudah merasakan firasat kurang baik saat Sumiarta berangkat memancing malam itu.

Firasat Aneh Keluarga Sebelum 2 Pemancing Terseret Ombak di Tanah Lot, Pesan Ibu Soal Kajeng Kliwon
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Anak I Gede Ketut Artika, korban hiolang di Tanah Lot, Tabanan, menangis saat tiba di lokasi kejadian, Selasa (3/9/2019). 

Terakhir info yang dia dengar, Ketut Artika mendapat ikan jenis layur sebanyak 15 ekor.

“Saat terakhir memancing ia kabarnya dapat banyak ikan layur,” tuturnya.

Sementara itu, Made Sumarta yang merupakan kerabat dari Wayan Sumiarta mengaku langsung menuju lokasi ketika mendengar informasi korban terseret arus.

Setelah itu bersama warga lainnya menunggu di lokasi.

Made Sumarta menuturkan, pihak keluarga sepertinya sudah merasakan firasat kurang baik saat Sumiarta berangkat memancing malam itu.

Apalagi bertepatan dengan hari Kajeng Kliwon.

“Sudah sempat dilarang sama ibunya, karena kemarin itu rerahinan (Kajeng Kliwon) tapi ia tetap mancing.” katanya kepada awak media di lokasi, kemarin.

Karena tetap ngotot mancing, ibunya sempat berpesan agar Sumiarta melihat ombaknya terlebih dahulu.

“Ibunya pun menyarankan korban tidak usah memancing jika ombaknya besar,” ugkap Sumarta.

Korban Sumiarta merupakan anak tunggal. Dari pernikahannya, ia sudah dikaruniai tiga orang anak. Pria berusia 43 tahun ini dikenal hobi memancing, dan Pantai Tanah Lot jadi salah satu lokasi favoritnya.

Terbalik Dua Kali

Untuk mencari kedua korban, diturunkan tim gabungan dari unsur TNI, Polri, RAPI, dan life guard DTW Tanah Lot. Namun tim gabungan kesulitan melakukan penyusuran lewat laut.

Hal ini karena tingginya gelombang dan medan yang sulit di lokasi kejadian.

"Kami melakukan pengamatan saja, karena pencairan lewat laut masih belum memungkinkan akibat gelombang yang besar dan medan yang sulit," kata Kabag Ops Polres Tabanan, Kompol I Gede Putu Putra Astawa, kemarin.

Kompol Astawa melanjutkan, pencarian lewat laut dimulai dari Pantai Seseh, Badung, dan juga dari Pantai Yeh Gangga.

Namun upaya tersebut gagal lantaran rubber boat yang digunakan untuk mencari korban sempat terbalik dua kali.

"Kami sudah upayakan untuk melakukan pencarian lewat laut tapi kendala ombak yang besar. Bahkan rubber boat juga sempat terbalik dua kali," ungkapnya.

Setelah ombak nantinya mulai surut baru akan dilakukan pencairan lewat laut atau menyisir pantai. Rencananya, pencarian akan dilanjutkan mulai pagi ini.

"Semoga kita bisa segera menemukan dua warga ini," harapnya.

Terpisah, Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana, menyampaikan memang lokasi kejadian menjadi tempat favorit bagi pemancing.

Namun, pihak manajemen sudah mengimbau kepada masyarakat maupun wisatawan untuk tidak mendekati areal tebing.

“Kami juga sudah pasang pintu tinggi disertai dengan kunci gembok. Tapi kuncinya tersebut kerap hilang,” ujar Toya saat dikonfirmasi, kemarin.

Kejadian ini tentunya akan menjadi evaluasi kedepannya untuk tetap melakukan pengawasan. Namun saat ini pihanya masih fokus mencari dua warga yang hilang tergulung ombak. (*) 

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved