Info Terkini 2 Pemancing Tergulung Ombak di Tanah Lot, Tim Gabungan Lakukan Pencarian dengan Jet Ski

Tim Gabungan yang melakukan pencarian juga masih belum menemukan tanda-tanda munculnya korban yang terseret ombak pada Selasa dinihari sekitar pukul 2

Info Terkini 2 Pemancing Tergulung Ombak di Tanah Lot, Tim Gabungan Lakukan Pencarian dengan Jet Ski
Dok Polres Tabanan
Tim gabungan saat melakukan koordinasi terkait pencarian dua pemancing yang hilang di kawasan DTW Tanah Lot, Tabanan, Rabu (4/9/2019). 

"Kami nanti akan mencoba menyusuri pantai dengan menggunakan dua unit jetsky. Kita akan berangkat dari Pos Balawista Munggu Badung, karena wilayah yang memungkinkan adalah di daerah tersebut karena memang kawasan pasir. Dan jika naik dari Nyanyi atau wilayah Tanah Lot sekiranya akan kesulitan karena medannya karang," jelasnya.

Dia menyatakan, segala upaya sudah dicoba agar dua pemancing ini segera ditemukan.

Dan dia berharap agar dengan cara ini dua pemancing bisa ditemukan.

"Kami sangat berharap semoga cepat ketemu. Karena sampai saat ini belum ada tanda-tanda kemunculan dari dua pemancing ini," harapnya.

Sebelumnya diberitakan, dua warga Tabanan yang tergulung ombak adalah warga Banjar Batan Poh, Desa Pandak Gede, I Gede Ketut Artika (58) dan I Wayan Sumiarta (43) warga asal Banjar Batan Buah, Desa Beraban, Kecamatan Kediri, yang dinyatakan hilang setelah tergulung ombak di sebelah selatan Pura Enjung Galuh, kawasan DTW Tanah Lot, Tabanan, Selasa (3/9/2019) sekitar pukul 24.00 Wita.

Seorang saksi mata yang berada di lokasi, Nengah Sudarta menuturkan, saat sebelum kejadian memang ada sekitar dua puluh orang pemancing dari berbagai wilayah.

Dirinya saat itu memang awalnya melihat pemancing asal Beraban, I Wayan Sumiarta sudah berada. Sedangkan pemancing asal Pandak Gede, I Gede Ketut Artika datang sekitar pukul 21.00 Wita.

"Mereka ini (dua warga hilang) memang dari awal memancing di sisi timur enjung (karang). Dan dua warga ini juga sempat mundur untuk menghindari ombak, namun ketika pukul 24.00 itu ombak justru besar sekali dan menyeret dua warga ini ke tengah laut," tuturnya sembari menyebutkan tinggi air hempasan tebing saat itu hingga 1.6 meter dengan ketinggian ombak hingga empat meter. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved