Lima Emak-emak Kolektor LPD Kapal Divonis 1 hingga 7 Tahun Penjara, Kristianti Divonis Paling Tinggi

Kelima emak-emak kolektor ini dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama di LPD Desa Adat Kapal, Badung.

Lima Emak-emak Kolektor LPD Kapal Divonis 1 hingga 7 Tahun Penjara, Kristianti Divonis Paling Tinggi
Tribun Bali/Rizal Fanany
Terdakwa, Ni Luh Rai Kristianti, setelah vonis dalam sidang kasus Korupsi LPD Desa Adat Kapal, Badung di Tipikor, Denpasar, Selasa (3/9/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ni Luh Rai Kristianti (50) tidak bisa menyembunyikan kesedihannya.

Matanya tampak berkaca-kaca, menangis usai menjalani sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Denpasar, Selasa (3/9/2019).

Perempuan yang menjadi kolektor di LPD Desa Adat Kapal, Badung ini divonis tujuh tahun penjara.

Vonis Kristianti paling tinggi dibandingkan empat terdakwa kolektor lainnya.

Empat terdakwa lainnya (berkas terpisah), yakni Ni Kadek Ratna Ningsih (37) divonis lima tahun penjara, Ni Wayan Suwardiani (36) divonis dua tahun dan empat bulan penjara.

Sedangkan terdakwa Ni Nyoman Sudiasih (36) divonis tiga tahun penjara, dan terdakwa Ni Made Ayu Arsianti (42) divonis paling ringan, yakni satu tahun penjara.

Kelima emak-emak kolektor ini dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama di LPD Desa Adat Kapal, Badung.

Terhadap vonis majelis hakim itu, lima terdakwa yang didampingi tim penasihat hukum, hanya terdakwa Arsianti yang menyatakan menerima. Lainnya pikir-pikir. Di sisi lain, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menyatakan pikir-pikir.

Kristianti menjalani sidang lebih dahulu.

Majelis hakim pimpinan Engeliky Handajani Day dalam amar putusannya menyatakan, terdakwa secara sah terbukti dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama.

Halaman
1234
Penulis: Putu Candra
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved